KNews.id – Jakarta – Di dunia, banyak orang berkata kesibukan pekerjaan membuat mereka tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Namun, bagaimana dengan penghuni surga yang memperoleh kerajaan dan kenikmatan yang tak terbatas?
Alquran menjelaskan bahwa mereka pun berada dalam kesibukan, tetapi kesibukan yang sama sekali berbeda dengan kehidupan dunia. Penghuni surga sibuk karena tenggelam dalam berbagai kenikmatan yang Allah SWT sediakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu berada dalam kesibukan (sehingga tidak sempat berpikir tentang penghuni neraka) lagi bersenang-senang. Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh sambil berbaring di atas ranjang berkelambu. Di (surga) itu mereka memperoleh buah-buahan dan apa saja yang mereka inginkan. (Kepada mereka dikatakan,) “Salam sejahtera” sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (QS Yasin Ayat 55-58)
Makna “berada dalam kesibukan bersenang-senang” adalah nikmat agung yang menjadikan mereka lupa terhadap yang lainnya. Mereka bemikmat-nikmat dalam kelezatan dan selalu gembira. Berkenaan dengan ayat ini, Ash-Shabuni berkata dalam Shafwatut Tafasir:
“Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)” yaitu para penghuni surga pada hari itu, yakni hari pembalasan, sibuk dengan kelezatan dan nikmat yang ada pada mereka dari memikirkan penghuni neraka.
Mereka bersenang-senang dan bernikmat-nikmat dengan para bidadari yang jelita, istri-istri mereka yang berasal dari penduduk dunia, makan, minum, dan mendengarkan musik.
Abu Hayyan berkata “Pengertian yang nampak dari sibuk adalah nikmat yang menyibukkan mereka dari semua yang terlintas dalam pikiran.”
Ibnu Abbas berkata, “Mereka disibukkan dengan memecahkan keperawanan dan mendengarkan musik (melupakan) dari mengingat keluarga mereka di neraka. Mereka tidak mengingatnya agar tidak merasa sedih.”
Di dunia dengan keterbatasan yang kita miliki atau saat kita memiliki pekerjaan maka di antara kita akan berkata, “Pekerjaanku menghabiskan waktuku 24 jam.” Ada lagi yang berkata, “Perdaganganku tidak mengizinkan diriku untuk berbuat ini dan itu.” Ada lagi yang berkata, “Aku tidak ada waktu untuk tidur.”
Lantas, apa pendapat Anda dengan kenikmatan dan kerajaan besar yang tidak ada yang mengetahui luasnya kecuali Allah? Adakah waktu untuk tidur?
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاِذَا رَاَيْتَ ثَمَّ رَاَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا
Wa iżā ra’aita ṡamma ra’aita na‘īmaw wa mulkan kabīrā(n).
Apabila melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai kenikmatan dan kerajaan yang besar. (QS Al-Insan Ayat 20).





