KNews.id – Jakarta – Akun Instagram Ahmad Sahroni, politisi senior NasDem, kini ramai diserbu netizen. Gelombang kritik muncul setelah pernyataannya soal seruan pembubaran DPR menjadi viral.
Dalam sebuah pernyataan, Sahroni menilai ajakan membubarkan DPR sebagai sesuatu yang “tidak beradab” dan hanya diucapkan oleh orang yang dia sebut “tolol sedunia.”
Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi keras di jagat maya. Banyak warganet menilai Sahroni bersikap arogan, bahkan tidak menghargai kebebasan berekspresi publik.
Situasi makin panas ketika Sahroni justru membalas kritik dengan mengunggah sejumlah komentar negatif ke akun Instagram pribadinya. Hal ini menimbulkan hujatan lebih luas.
Kontroversi Pernyataan Soal DPR
Sahroni kemudian memberikan klarifikasi terkait ucapannya. Ia menegaskan bahwa kata “tolol” bukan ditujukan untuk masyarakat, melainkan untuk ide membubarkan DPR.
Menurutnya, pembubaran DPR berbahaya bagi sistem demokrasi Indonesia. Ia menyebut DPR berfungsi sebagai pengawas agar kekuasaan presiden tidak berjalan tanpa kontrol.
Walaupun begitu, penjelasan ini tidak cukup meredakan kemarahan publik. Sebagian warganet tetap menganggap pernyataannya kasar dan tidak pantas diucapkan seorang pejabat publik.
Sahroni juga menyampaikan bahwa kritik keras terhadap dirinya masih bisa diterima, namun ia meminta publik tidak menyerukan pembubaran DPR sebagai lembaga.
Alih-alih mereda, klarifikasi itu justru dianggap netizen sebagai pembelaan diri yang tidak menyentuh keresahan utama masyarakat mengenai isu DPR dan tunjangan.
Instagram Jadi Sasaran Kemarahan Publik
Kemarahan publik kemudian terpusat di akun Instagram pribadi Sahroni. Komentarnya dibanjiri ribuan netizen yang menyoroti sikapnya yang dianggap tidak peka.
Salah satu warganet menulis: “Komen negatif di SS (screenshot), tp aspirasi rakyat gak di lihat!” Unggahan Sahroni dianggap lebih sibuk flexing daripada mendengar aspirasi.
Netizen lain menuliskan: “Kayak BOCAH SD aja lu bang posting2 gini. kalo gak kuat mental jadi anggota DPR mending keluar.”
Bahkan ada komentar yang menyindir gaya hidupnya: “Mulai dah flexing nyari kesalahan orang, gini amat ya kualitas DPR ?” tulis akun lainnya.
Sikap Sahroni yang menanggapi komentar dengan unggahan screenshot dianggap memperburuk citra. Alih-alih menenangkan, aksinya menambah amarah publik terhadapnya.
Kritik juga semakin deras karena Sahroni sebelumnya sempat memposting ejekan terhadap influencer Salsa Erwina. Aksi itu dinilai tidak pantas untuk seorang pejabat publik.
Di tengah isu kenaikan tunjangan DPR, postingan Sahroni yang memamerkan motor mewah pun makin menyulut kritik. Netizen menilai hal itu menunjukkan sikap tone deaf.
Publik kemudian mempertanyakan sensitivitas anggota DPR dalam merespons keresahan rakyat. Banyak yang menilai Sahroni gagal memahami situasi sosial yang sedang panas.
Masyarakat juga menyoroti bagaimana DPR seharusnya fokus pada kerja legislasi, bukan sibuk berbalas komentar atau unggahan dengan publik di media sosial.
Kasus hujatan terhadap Ahmad Sahroni menunjukkan bagaimana interaksi politisi di media sosial bisa berdampak besar pada persepsi publik.
Pernyataannya yang kontroversial, ditambah respons tidak tepat di Instagram, membuatnya dituding tidak peka.
Bagi netizen, yang mereka butuhkan adalah sikap mendengar, bukan sekadar balasan sinis atau unggahan flexing dari wakil rakyat.





