Kritikan lantas datang dari juru bicara PKS, Muhammad Iqbal. Dia menyebut keputusan Heru kali ini terkesan ingin menghapus jejak atau apa yang sudah dilakukan Anies.
Sementara itu, politikus PDIP, Gilbert Simanjuntak, menilai wajar keinginan Heru untuk membuat slogan baru Jakarta. Menurut dia, setiap pemimpin Jakarta memiliki warna tersendiri.
“Saya kira wajar saja kalau setiap Gubernur mempunyai warna tersendiri sesuai targetnya,” kata anggota DPRD DKI ini saat dihubungi Tempo, Selasa, 13 Desember 2022.
Heru Budi memastikan tak akan ada logo baru untuk melengkapi slogan ‘Sukses Jakarta untuk Indonesia!’. Slogan baru hanya kata-kata, yang dipakai misalnya saat Kepala Sekretariat Presiden itu menutup sambutan atau pidatonya dalam sebuah acara.
“Hanya slogan. Kalau saya menutup bicara (dengan) Sukses Jakarta untuk Indonesia, seperti itu saja,” tutur dia kepada Tempo di kawasan Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Desember 2022.
Dia memaknai slogan baru sebagai penyemangat dalam mewujudkan tiga program prioritasnya, semisal ihwal pertumbuhan ekonomi. Sebab, kata dia, jika inflasi DKI tinggi, maka akan berdampak pada inflasi nasional.
“Semangat untuk saya, semangat untuk teman-teman supaya kami bekerja dengan lebih semangat lagi.” (Ach/Tmp)




