spot_img

AI dan Starlink Dongkrak Pendapatan SpaceX 161 Persen di Kuartal III-2026

KNews.id – Jakarta – Bisnis kecerdasan buatan (AI) dan internet satelit Starlink menjadi pendorong pertumbuhan SpaceX pada kuartal III-2026. Pertumbuhan kedua bisnis ini membantu perusahaan antariksa milik Elon Musk meraih laba yang jauh melampaui perkiraan analis.

Pada periode Juli-September 2026, SpaceX mencatat laba bersih sebesar 4,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 79,2 triliun). Angka ini jauh di atas perkiraan analis sebesar 1,88 miliar dollar AS (sekitar Rp 33,8 triliun). Pada periode yang sama, pendapatan SpaceX mencapai 14,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 262,7 triliun), melonjak 161 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

- Advertisement -

Pendapatan bisnis AI SpaceX melonjak sembilan kali lipat

Di antara berbagai lini bisnis SpaceX, bisnis AI menjadi sumber pendapatan terbesar baru perusahaan. Di Tengah Kekhawatiran AI, Musk dan Anthropic Janji Bagi-bagi Saham Artikel Kompas.id Segmen yang kini bernama Super Intelligence itu mencatat pendapatan atau revenue sebesar 7,56 miliar dollar AS (sekitar Rp 136 triliun) pada periode Juli, Agustus, September 2026.

Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan lebih dari sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Segmen AI mencatat laba operasional sebesar 431 juta dollar AS (sekitar Rp 7,8 triliun) pada kuartal III-2026. Hasil itu berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

- Advertisement -

Ketika itu, bisnis AI perusahaan masih mencatat kerugian operasional sebesar 1,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 30,6 triliun). Meski demikian, laporan tersebut menyebut biaya kompensasi berbasis saham senilai 1,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 21,6 triliun) terkait akuisisi Cursor turut memengaruhi hasil bisnis AI.

Semenjak Musk menggabungkan (merger) xAI ke dalam SpaceX pada Februari lalu, bisnis AI SpaceX mencakup sejumlah layanan. Mulai dari model AI Grok, perangkat pemrograman berbasis AI Cursor, hingga penyediaan infrastruktur komputasi untuk perusahaan lain. SpaceX juga menjadi salah satu pemasok infrastruktur komputasi bagi perusahaan AI, termasuk Anthropic dan Alphabet.

Selain mengembangkan layanan AI, SpaceX juga memperluas bisnis infrastruktur komputasinya. Perusahaan tengah membangun pusat data (data center), termasuk proyek Colossus II di Memphis, Tennessee, Amerika Serikat. CEO Elon Musk mengatakan, dirinya menghabiskan empat hari dalam sepekan di Memphis untuk membantu mempercepat pengoperasian data center tersebut, sebagaimana dihimpun dari Tech Crunch.

Menurut Musk, ketersediaan daya listrik, sistem pendingin, dan infrastruktur kini menjadi tantangan penting dalam pengembangan AI, bukan hanya ketersediaan chip.

Starlink tetap jadi sumber pendapatan besar SpaceX

Meski pendapatan bisnis AI kini lebih besar, Starlink tetap menjadi salah satu penopang utama bisnis SpaceX. Layanan internet satelit ini mencatat pendapatan sebesar 5,25 miliar dollar AS (sekitar Rp 94,5 triliun) pada kuartal III-2026. Dengan ini, bisnis konektivitas milik Musk ini tumbuh 69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah pelanggan Starlink mencapai 13,6 juta di 174 negara pada kuartal III-2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Business Times. Musk juga memperkirakan perkembangan agen AI akan meningkatkan kebutuhan konektivitas internet. Hal ini berpotensi memberikan peluang tambahan bagi Starlink, yang menyediakan akses internet melalui jaringan satelit.

- Advertisement -

Pengeluaran investasi SpaceX ikut membengkak

Di balik pertumbuhan pendapatan dan laba, SpaceX juga menggelontorkan dana besar untuk pengembangan bisnisnya. Perusahaan mencatat belanja modal sebesar 19,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 328,3 triliun), seiring pembangunan pusat data dan investasi dalam pengembangan roket Starship.

Starship diproyeksikan menjadi bagian penting dari rencana SpaceX untuk meluncurkan generasi baru satelit Starlink serta mengembangkan pusat data di orbit Bumi. Chief Financial Officer SpaceX Bret Johnsen memperkirakan perusahaan akan mengeluarkan 35 miliar dollar AS hingga 40 miliar dollar AS (sekitar Rp 586,5 triliun hingga Rp 670,8 triliun) untuk investasi modal pada kuartal IV-2026.

Walaupun membukukan laba pada kuartal III-2026, secara kumulatif SpaceX masih mencatat kerugian bersih sebesar 413 juta dollar AS (sekitar Rp 6,9 triliun) selama sembilan bulan pertama 2026.

(RD/KMP)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini