KNews.id – Amal yang dikerjakan umat Islam di dunia akan membantu memberatkan timbangan kebaikan. Namun apa artinya jika susah payah memperbanyak amal saleh tapi menjadi sia-sia di hari kiamat. Ustadz Khalid Basalamah mengutip salah satu keterangan hadis nabi tentang ahli ibadah yang bangkrut di hari kiamat. Dalam hadis tersebut awalnya Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat tentang orang-orang yang bangkrut.
Menurut para sahabat, orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki harta, tidak punya dirham dan dinar, serta bisnisnya hancur. Namun makna bangkrut menurut Rasulullah SAW tidak demikian. Rasulullah SAW menjelaskan, sesungguhnya orang yang bangkrut adalah umatnya yang datang pada hari kiamat membawa pahala sholat, puasa, zakat. Namun, mereka juga membawa dosa terhadap orang lain.
“Dosa karena pernah mencaci maki si Fulan, menuduh si Fulan, memakan harta si Fulan, mengalirkan darah si Fulan, dan memukul si Fulan. Lalu dosa dosa itu ditebus dengan kebaikan-kebaikannya,” katanya.
“Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum menyelesaikan kewajibannya, maka keburukan-keburukan orang yang terzalimi ditimpakan kepadanya kemudian dilemparkan ia ke dalam neraka,” tambah Ustadz Khalid sebagaimana termaktub keterangannya dalam hadis riwayat Muslim dan Tirmidzi.




