Adi Prayitno Ungkap Peluang Terciptanya Poros Politik Baru Atas Kuncian PKS
2 mins read

Adi Prayitno Ungkap Peluang Terciptanya Poros Politik Baru Atas Kuncian PKS

KNews.id – PKB, PDIP, dan PPP tak setuju dengan sikap PKS yang menegaskan Anies Baswedan harus membawa Sohibul Iman jika mau bersama PKS. Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengungkap peluang terciptanya poros politik baru atas kuncian PKS tersebut.

Adi Prayitno awalnya bicara terkait alasan PDIP dan PKB sementara menolak proposal PKS. Dia menyebut PDIP dan PKB punya kepentingannya sendiri untuk menduetkan kadernya dengan Anies Baswedan.

“Saya kira penolakan PDIP dan PKB terkait proposal yang diajukan PKS soal duet Anies dan Sohibul Iman itu tentu sangat terkait dengan kepentingan PKB dan PDIP soal kemungkinan duet dengan Anies BAswedan,” kata Adi.

Dia menilai penegasan PKS terkait duet Anies-Sohibul Iman seakan-akan menutup pintu bagi PKB dan PDIP menyodorkan kadernya. Dia menyebut itu latar belakang penolakan PDIP dan PKB.

“Artinya apa? Kalau kemudian PKS tawarkan proposal Anies dan Sohibul Iman, tentu ini seakan-akan menutup peluang bagi PKB dan PDIP untuk menyodorkan kader terbaik mereka bisa berdampingan dengan Anies Baswedan, kan begitu yang membuat PKB dan PDIP terkesan bahwa mereka itu tidak setuju dengan proposal PKS. Kalau saya baca, ini soal gimana PDIP, gimana PKB kadernya bisa atau tidak berdampingan dengan Anies,” ujar dia.

Jika kondisi ini terus berlanjut, Adi melihat akan terbuka kemungkinan poros politik baru. Dia menyebut PDIP dan PKB bisa bersama di Pilkada Jakarta.

“Kalau kader PDIP dan PKB tidak bisa dampingi Anies, bukan tidak mungkin mereka akan buat poros politik sendiri. Saya kira PKB-PDIP sudah cukup untuk menjadi poros politik sendiri, di luar PKS dan di luar KIM,” jelasnya.

Lantas bagaimana nasib PKS? Adi menyebut PKS bisa saja bersama NasDem mengusung Anies Baswedan-Sohibul Iman. Menurutnya, selanjutnya tinggal bagaimana PKS meyakinkan NasDem.

“Tinggal gimana, kalau betul Anies dan PKS ini tidak bisa dipisahkan, PKS dan Anies tinggal meyakinkan NasDem untuk bisa maju di Pilkada Jakarta. Saya kira di situ, soal kemungkinan deadlock, soal proposal Anies dan Sohibul Iman cukup mungkin terjadi,” jelasnya.

“Karena PKB dan PDIP berpikir nggak mungkin berkoalisi dengan Anies kalau memang kader mereka PKB dan PDIP tak bisa dampingi Anies. Kalau memang deadlock, PDIP-PKB nggak happy dengan proposal mereka, ya bikin poros politik sendiri. Dua partai ini sudah sangat siap untuk jadi poros politik sendiri di Jakarta,” lanjut dia.

(Zs/dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *