Adi Prayitno : Menilai Sesumbar Ahmad Sahroni Mengaku Menang Jika Melawan Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta
11 mins read

Adi Prayitno : Menilai Sesumbar Ahmad Sahroni Mengaku Menang Jika Melawan Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta

KNews.id – Jakarta – Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni mengaku tak minat ingin maju Pilgub Jakarta 2024. Namun, jika diminta partai maju dan harus berhadapan dengan Ridwan Kamil, ia pede bisa menang.

DPW NasDem DKI Jakarta telah merekomendasikan tiga nama kepada Ketua Bappilu DPP NasDem Prananda Surya Paloh, yaitu mantan Gubernur DKI Anies Baswedan, Bendum NasDem Ahmad Sahroni dan Ketua DPW NasDem DKI Wibi Andrino. Nama-nama tersebut saat ini tengah proses penggodokan.

“Tanggal 5 Juni yang lalu DPW DKI Jakarta telah memberikan rekomendasi kepada Bappilu. Ada 3 nama. Yang pertama, our former government, mantan gubernur kita, Bapak Anies Rasyid Baswedan. Yang kedua, Bapak Ahmad Sahroni. Yang ketiga, saya,” kata Wibi dalam sambutannya di Gedung Akademi Bela Negara NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Kalau saya sih memang nggak minat. Baru dapat kursi pimpinan DPRD masa maju gubernur, nanti PAW dong,” sambungnya.

Wibi mengatakan tiga nama tersebut tengah dalam proses penggodokan. Dia menuturkan NasDem masih terus berkomunikasi mengenai usulan nama-nama itu dengan partai lain dalam menjajak koalisi di pilgub.

Sahroni Sebut RK Lawan Mudah di Jakarta

Sahroni mengatakan NasDem belum dapat meraih kursi lebih di DPR RI dapil Jakarta, berbeda dengan DPRD DKI yang mengalami kenaikan kursi setiap Pemilu. Dia mengakui jika pemilu di Jakarta memang tidak mudah.

“Partai NasDem ini dari awal 2014, 4 anggota DPRD, 2019 naik 7, dan 2024 sudah naik 11. Walaupun target kita 19 sebenarnya. Tapi alhamdulillah setiap periodik kita mendapatkan 4 kursi,” kata Sahroni di Gedung Akademi Bela Negara, Jakarta Selatan.

“Cuma DPR aja yang belum mendapatkan karena memang Jakarta tidak gampang. Punya duit aja belum tentu jadi apalagi nggak punya duit, makin nggak jadi. Dan inilah retorika Jakarta,” sambungnya.

Menurutnya, persaingan di Jakarta tidak sama dengan daerah lain. Sahroni lalu mengatakan merupakan hal mudah jika harus melawan Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta.

“Makanya kenapa saya pernah ngomong sekali bahwa kalau hanya melawan Ridwan Kamil sangat mudah. Sangat mudah. Kenapa? Karena beda Jakarta. Orangnya modern semua. Dan bukan orang seperti daerah yang lain. Jakarta itu ada agak otentik dengan masalah smart. Jadi bukan hanya saja terkenal, tapi dia pada pemilih orang-orang yang otentik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya terpisah, Sahroni meyakini melawan RK di Pilgub DKI akan mudah. Sebaliknya, kata dia, bukan hal mudah jika melawan RK di Pilgub Jawa Barat.

“Kalau lawannya gua sama RK berdua aja, pasti menang gua. Tapi sebaliknya kalau di Jabar lawan RK pasti gua kalah. Tapi kalau di Jakarta, oh no way,” tuturnya.

RK-Sahroni Pernah Sahut-sahutan

Eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni sebelumnya pernah saling sahut-sahutan di media sosial. Ini berawal dari pernyataan Ahmad Sahroni saat menjawab pertanyaan wartawan tentang munculnya baliho ‘OTW Jakarta’ Ridwan Kamil.

Sahroni menjawab pertanyaan wartawan tentang baliho Ridwan Kamil ‘OTW Jakarta’ yang mejeng di Jakarta dan baru-baru ini menjadi perbincangan di media sosial. Sahroni sendiri sempat mengunggah gambar baliho ‘Dari Tanjung Priok untuk Jakarta’ di akun Instagramnya.

“Itu kan Ridwan Kamil mau bilang mau OTW Jakarta, nah saya sudah di Jakarta,” kata Sahroni.

Sahroni kemudian ditanya apakah gambar baliho ‘Dari Tanjung Priok untuk Jakarta’ merupakan kode maju Pilgub DKI 2024. Sahroni menegaskan dirinya selama ini sudah di Jakarta, berbeda dengan Ridwan Kamil yang tengah menuju Jakarta.

“Mungkin Ridwan Kamil mau maju gubernur Jakarta, dia kan OTW dari Bandung ke Jakarta, kalau gua kan udah di Jakarta. Lebih mudah Jakarta,” ujar dia.

Sahroni tak menjawab pasti saat ditegaskan apakah balihonya merupakan sinyal dirinya siap maju di Pilgub Jakarta. Saat itulah Sahroni mengucap RK gampang lawannya.

“Antara maju dan tidak, sama kaya Ridwan Kamil, kalau Ridwan Kamil kan baru mau maju Jakarta, kalau gua kan udah di Jakarta. Jadi gua anytime gampang gitu,” katanya.
“Kalau Ridwan Kamil doang mah gampang lah lawannya, terlalu mudah, ha-ha-ha. Wakilnya? Ya nggak tahu, maju aja belum, ngawur ini,” imbuh anggota DPR RI itu.

Sehari berselang, Ridwan Kamil mengunggah video di Instagram dan menandai langsung akun Sahroni. Video itu menampilkan baliho ‘OTW Jakarta’, potongan wawancara Ahmad Sahroni yang berbicara ‘gampang lah lawannya’, dan rekaman Mandra yang berkata ‘sombong amat’.

“Bang @ahmadsahroni88 ada salam dari Mandra. Hatur Nuhun. #ridwankamil,” demikian tulis Ridwan Kamil di IG, Jumat (23/2).

Unggahan Ridwan Kamil direspons langsung Ahmad Sahroni. Dua orang ini tampak santai saling sahut di media sosial Instagram.

“@ridwankamil nuhunn kangg,” kata Sahroni yang ternyata mengunggah ulang video ini ke Instagram resminya.

Dorong Kader NasDem Lain Jadi Wagub Jakarta

Ahmad Sahroni Sahroni mendorong Ketua DPW NasDem DKI Wibi Andrino untuk menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Saya lebih setuju Wibi jadi Wagub Jakarta yang akan datang 2024-2029. Entah siapa lah gubernurnya, pokoknya Wagubnya dia aja. Saya lebih setuju,” kata Sahroni di Gedung Akademi Bela Negara NasDem, Jakarta Pusat. Sahroni mengatakan dirinya tidak pernah bermimpi menjadi seorang Gubernur. Menurutnya, menjadi Gubernur harus menetap di satu wilayah tersebut.

“Saya mimpinya jadi presiden. Jadi bukan gubernur. Mikir gubernur dan mimpi gak pernah,” ujarnya. “Karena jadi gubernur nggak pasti nggak bisa kemana-mana. Setiap kemana-mana mesti izin. Nah saya ini pantatnya panas, nggak bisa ada di Jakarta. Saya selalu jalan,” sambungnya.

Sahroni menuturkan dirinya merupakan sosok yang tidak bisa berdiam diri di satu wilayah. Meski begitu, Sahroni mengatakan tidak akan menolak untuk maju menjadi Gubernur jika diberi amanah oleh Ketum NasDem Surya Paloh.

“Sayangnya ketum belum ngomong. Sebelum ketum ngomong saya udah ngomong duluan, karena belum ngomong, siapa yang berani nolak perintah ketum di parpol? Gak ada yang berani kan, tapi kalau saya disuruh pilih antara gubernur dan DPR, saya mending DPR,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sahroni mengatakan dirinya merupakan sosok yang galak. Maka, kata dia, musuhnya akan semakin bertambah jika menjadi gubernur.

“Tadi saya kan cerita, lebih santai jadi seorang anggota DPR. Jadi gubernur nanti musuh saya makin banyak. Kalau Ahok lebih galak saya 1.000 kali lebih galak dari Ahok,” tuturnya.

“Tadi ngomong sama Wibi tadi pagi, saya bilang saya kampanye pokoknya Jakarta gak ada miras, restoran semua gak boleh ada miras, tapi ada tempat khusus miras di situ, dimana tempatnya? Di rumah kata Wibi. Haha,” imbuh dia.

PAN Tantang Sahroni Tanding di Jakarta

PAN buka suara usai Ahmad Sahroni, mengatakan bisa menang mudah jika melawan Ridwan Kamil (RK) di Pilkada Jakarta. PAN menilai pernyataan Sahroni hal biasa yang dilakukan politikus dalam membanggakan dirinya sendiri.

“Tapi itu kan baru pernyataan. Kalau mau serius, ya maju saja. Ikut meramaikan kontestasi. Ikut bertanding meramaikan bursa yang ada,” kata Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay.

Saleh mengatakan Sahroni harus membuktikan ucapannya itu dengan maju dalam Pilgub Jakarta. Dia menilai masyarakat nantinya yang menentukan pernyataan Sahroni bisa menang mudah lawan RK.

“Kalau memang kuat, siapa pun lawannya harus siap dihadapi. Jangan menganggap RK rendah lalu menganggap yang lainnya kuat. Kalau begitu sama saja tidak mau maju. Apalagi menyebut akan menang jika hanya head to head dengan RK,” ujar Saleh.

Saleh juga menyoroti pernyataan Sahroni yang terkadang tidak sinkron. Di satu pihak mengaku siap menghadapi RK, namun di pihak lain menyebut tidak punya agenda jadi gubernur.

“Kalau tidak punya agenda jadi gubernur, lalu mengapa menyebut bisa mengalahkan RK. Berarti kalau ada kesempatan, ingin jadi gubernur juga kan?,” kata Saleh.

PAN menilai RK merupakan calon paling tepat untuk diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM). Saleh menilai siapa pun lawan yang dihadapi RK, peluang menangnya tergolong besar.

“Kalau dari sisi popularitas, menurut saya, RK masih lebih tinggi. Dia berhasil memimpin kota Bandung dan Jawa Barat. Karena itu dia pun dinilai akan mampu memimpin Jakarta. Sementara Sahroni kan belum pernah menjabat di eksekutif. Paling tidak RK masih jauh lebih berpengalaman,” ujar Saleh.

Lebih lanjut Saleh mendorong Sahroni untuk ikut maju dalam Pilgub Jakarta. Dia berharap sesumbar Sahroni bisa menang mudah lawan RK di Jakarta tidak hanya sesumbar semata.

“Agar lebih kompetitif dan bisa mendapatkan pemimpin terbaik, sebaiknya Sahroni juga ikut pilkada Jakarta. Biarkan masyarakat yang menentukan pilihannya. Biar tidak hanya sekedar bermain pada tataran wacana,” tutur Saleh.

Gerindra Sebut Hasil Survei Sahroni Agak Jauh di Bawah RK
Gerindra selaku partai yang memberi dukungan ke RK di Jakarta mengingatkan elektabilitas Sahroni di survei.

“Percaya diri ya boleh saja walaupun survei Pak Sahroni masih agak jauh di bawah Pak RK,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman.

Habiburokhman mengatakan kepercayaan diri merupakan modal utama bagi seorang politikus. Namun, ia menilai kepercayaan diri itu juga harus disertai analisis yang rasional.
Menurut Habiburokhman, peta kekuatan di Pilkada Jakarta saat ini masih dinamis. Kepastian RK dan Sahroni untuk maju di Pilkada Jakarta pun belum bulat 100%.

“Masalahnya baik Pak Sahroni maupun Pak RK belum jelas mau maju atau tidak dan akan didukung partai apa saja. Karenanya sulit untuk menghitung kekuatan dan peluang masing-masing,” ujar Habiburokhman.

Bos PPI Nilai Sesumbar Sahroni ke RK Gimmick Psywar

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai sesumbar Ahmad Sahroni yang mengaku menang mudah jika melawan Ridwan Kamil (RK) di Pilgub Jakarta sebatas psywar. Adi mengatakan ucapan Sahroni itu sebagai gimmick politik.

“Saya kira itu hanya sebatas psywar yang sifatnya gimmick ke Ridwan Kamil karena kalau bicara realitas politik kalau bicara elektabilitas lebih unggul Ridwan Kamil dibanding Sahroni,” kata Adi.

Adi mengingatkan psywar yang ditunjukkan Sahroni ke RK pernah terjadi beberapa Waktu lalu. Saat itu Sahroni merespons baliho RK yang bertuliskan ‘OTW Jakarta’.

Menurut Adi, psywar itu kembali dilontarkan Sahroni saat nama RK kini kembali santer dikaitkan maju dalam Pilgub Jakarta. Adi menilai rivalitas RK dan Sahroni pun hanya gimmick semata mengingat elektabilitas keduanya di survei terpaut jauh.

“Jadi wajar ketika nama RK kembali mencuat dan dikaitkan dengan Pilgub Jakarta Sahroni nampaknya ingin melanjutkan psywar yang sifatnya gimmick itu ke Ridwan Kamil karena ini babak lanjut dari rivalitas keduanya yang sudah terbangun beberapa waktu lalu,” ujar Adi.

Di satu sisi Adi meyakini psywar Sahroni ke RK tidak akan dilontarkan ke Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kedua nama itu diketahui juga digadang-gadang akan maju dalam kontestasi Pilgub Jakarta tahun ini.

Adi menilai peluang Sahroni dengan NasDem untuk berkoalisi dengan Anies dan Ahok tergolong besar. Peluang koalisi itu yang diyakini membuat Sahroni tidak akan bersikap sesumbar ke arah Anies dan Ahok.

“Karena bagi Sahroni yang kemungkinan dilawan oleh Sahroni atau NasDem ya Ridwan Kamil bukan Anies Baswedan dan bukan Ahok. Karena ada kecenderungan PDIP yang merupakan partainya Ahok sangat mungkin berkongsi dengan Anies Baswedan dan juga berkongsi dengan NasDem. Jadi wajar psywar-nya itu dialamatkan ke Ridwan Kamil,” ucap Adi.

(Zs/dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *