spot_img
Minggu, Januari 25, 2026
spot_img
spot_img

Dorong Peningkatan Volume Transaksi, BNI Berharap pada BI Fast Sebagai Sumber Pendapatan

KNews – Dorong peningkatan volume transaksi, BNI berharap pada BI Fast sebagai sumber pendapatan.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengoptimalkan implementasi layanan Bank Indonesia Fast Payment atau BI-Fast.

- Advertisement -

Direktur IT & Operasi Bank BNI Y.B. Hariantono menuturkan BI Fast merupakan terobosan yang sangat bermanfaat bagi nasabah khususnya dari segi biaya transaksi yang mencapai Rp 2.500 per transaksi.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan volume transaksi yang nantinya akan menjadi sumber pendapatan bagi bank untuk dapat terus meningkatkan pendapatan dalam hal pengembangan teknologi lebih berkelanjutan.

- Advertisement -

“Dapat kami sampaikan bahwa rata-rata investasi teknologi informasi bank-bank nasional itu di kisaran 4% dari total revenue. Belanja modal teknologi inilah yang digunakan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan digital banking di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu (9/3).

Hariantono menuturkan perseroan pun menjadi kelompok bank yang pertama mengimplementasikan BI Fast Payment akhir tahun lalu. Perseroan pun aktif melakukan penyesuaian sistem agar implementasi BI Fast tidak mengurangi kualitas layanan transaksi ritel nasabah yang telah berlangsung.

“Ke depan kami akan bertahap semua transaksi ritel itu akan kami pindahkan ke BI fast. Kami lakukan akselerasi dengan BI Fast ini,” pungkasnya.

Asal tahu saja, mampu meningkatkan kapasitas dan kinerja digital banking di sepanjang 2021. Misalnya saja, BNI Mobile Banking mencatatkan 10,81 juta pengguna, atau naik 38,9% yoy.

Selain pengguna, volume transaksi BNI Mobile juga meningkat 31,9% yoy menjadi Rp 615 triliun. Dengan frekuensi transaksi mencapai 434 juta, naik 43,4% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. (RKZ/kkci)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini