spot_img
Selasa, Januari 20, 2026
spot_img
spot_img

PKS Menolak Pemindahan Ibu Kota Baru, Begini Kata Mazdjo Pray

KNews – PKS menolak pemindahan Ibu Kota Baru, begini kata Mazdjo Pray. Topik pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah Kalimantan Timur jadi perbincangan hangat usai RUU IKN disahkan menjadi UU, serta nama Nusantara dipilih jadi nama ibu kota.

Dalam hangatnya isu tersebut, diketahui ada partai yang ngotot menolak pemindahan ibu kota, yakni Partai Keadilan Sejahtera alias PKS.

- Advertisement -

Bahkan, PKS menjadi satu-satunya partai di DPR RI yang menolak pengesahan Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) menjadi Undang-undang.

Selain itu, PKS juga mengatakan belum menerima pemilihan nama Nusantara jadi nama ibu kota baru lantaran pemerintah belum memberikan penjelasan yang komprehensif terkait dipilihnya nama tersebut.

- Advertisement -

Partai itu mengatakan akan menunda persetujuannya hingga mendapatkan penjelasan yang komprehensif dari pemerintah terkait dipilihnya nama Nusantara jadi nama ibu kota baru Indonesia.

PKS menilai pemindahan ibu kota di semester awal 2024 terlalu terburu-buru, di tengah krisis ekonomi akibat pandemi. Apalagi, pembangunan ibu kota baru memakan biaya hingga lebih dari Rp90 triliun yang memakai dana APBN. Kondisi itu menurut PKS tidak memungkinkan mengingat ekonomi negara tengah lesu akibat pandemi.

Tak cuma itu, PKS juga menyatakan bahwa pemindahan ibu kota membutuhkan waktu yang lama, apalagi dalam membangun berbagai fasilitas dasar seperti air, jalan dan jembatan hingga pemukiman penduduk.

PKS tak punya basis massa di ibu kota baru

Namun demikian, pegiat media sosial Mazdjo Pray memiliki pandangan lain terkait mengapa PKS ngotot menolak pemindahan ibu kota dari Jakarta.

Menurutnya, jika ibu kota pindah dari Jakarta ke Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur, maka kekuatan PKS akan hilang. Hal ini lantaran PKS memiliki kekuatan massa yang cukup besar di Jakarta dan sekitarnya.

Jadi, jika Jakarta sudah tidak jadi ibu kota lagi, kekuatan PKS akan hilang dan partai itu harus membangun dari nol lagi di kawasan ibu kota yang baru.

- Advertisement -

“Kalau ada ibu kota baru, ibu kota lama (ditinggal), kan kekuatan dia ada di situ. Kayak ibarat udah beli tapi enggak dipakai. Membangun dari nol lagi,” ujar Mazdjo Pray.

Kemudian, Mazdjo Pray mengatakan bahwa di sekitar kawasan ibu kota baru yakni Penajam Paser Utara tidak ada basis massa PKS. Maka itu, pemindahan ibu kota, menurut Mazdjo akan menjadi hal yang percuma bagi PKS.

“Udah gitu kan emang di sana (Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur) enggak ada basis massanya PKS. Percuma buat PKS. Percuma buat Hidayat Nur Wahid,” tuturnya.

Lebih jauh, Mazdjo Pray mengaku heran mengapa PKS menolak pemindahan ibu kota ini. “Itu pesimis banget sih orang. Apa-apa ‘oh enggak bisa’,” ujar Mazdjo. (RKZ/hops)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini