KNews.id – Jakarta – Iman kepada hari akhir merupakan rukun iman kelima yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Keyakinan ini tidak hanya ada di dalam hati, tetapi juga harus dibuktikan melalui perkataan dan perbuatan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Meskipun tidak diketahui waktu terjadinya, Allah SWT menegaskan hari akhir pasti terjadi.
Allah SWT juga berfirman dalam surah Al-Ma’idah ayat 69,
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِـُٔوْنَ وَالنَّصٰرٰى مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabiin, dan Nasrani, siapa yang beriman kepada Allah, hari Akhir, dan beramal saleh, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih.”
Dengan janji tersebut, hendaklah setiap manusia menerapkan perilaku beriman kepada hari akhir dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Perilaku Beriman kepada Hari Akhir
Mengutip buku Pasti Bisa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti oleh Tim Ganesha Operation, berikut lima contoh perilaku beriman kepada hari akhir dalam kehidupan sehari-hari.
1. Memperbanyak Ibadah, Amal Saleh dan Bertaubat
Orang yang beriman kepada hari akhir akan selalu merasa takut amalnya tidak cukup sebagai bekal di akhirat nanti. Perilaku yang bisa diterapkan adalah menggunakan seluruh waktu, harta, dan tenaga yang sudah diberikan Allah SWT untuk beribadah dan beramal saleh untuk menjaga ketakwaan, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hasyr ayat 18:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
2. Menjauhkan Diri dari Segala Maksiat
Perilaku selanjutnya yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah menjauhkan diri dari segala maksiat. Sejatinya, manusia adalah makhluk yang tidak pernah luput dari salah dan dosa. Namun, hendaknya setiap muslim senantiasa waspada terhadap godaan dan bisikan setan serta menjaga perilakunya agar tidak terjerumus dalam perbuatan dosa. Hal ini sebagaimana larangan Allah SWT dalam surah An-Nur ayat 21:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًاۙ وَّلٰكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan! Siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh (manusia mengerjakan perbuatan) yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Akan tetapi, Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
3. Bertanggung Jawab atas Tugas dan Kewajiban
Orang yang beriman kepada hari akhir selalu merasa takut akan setiap balasan dari apa yang diperbuatnya. Setiap perbuatan yang dilakukan tentu akan diminta pertanggungjawabannya di hari akhir nanti. Rasulullah SAW menegaskan bahwa pemimpin itu dimulai dari diri sendiri sehingga tugas dan kewajiban adalah hal yang dipimpinnya.
Hadits yang diriwayatkan dari Ibn Umar RA, Nabi SAW bersabda, “Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban tentang yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Selalu Berkata dan Berperilaku Jujur
Tidak hanya perbuatan, perkataan yang diucapkan setiap manusia juga akan diminta pertanggungjawabannya. Orang yang beriman akan menjaga lisannya untuk senantiasa mengatakan kejujuran dan kebenaran. Dirinya akan menjaga lisannya dari perkataan dusta dan hal yang dapat menyakiti lawan bicaranya.
Dari Abdullah RA, Rasulullah SAW bersabda,
“Kebenaran mengantarkan seseorang ke surga dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga, dan seseorang berkata jujur hingga dia dicatat sebagai orang yang jujur, dan kebohongan mengantarkan kepada keburukan dan keburukan mengantarkan kepada neraka, dan seseorang berbohong hingga dia dicatat sebagai pendusta.” (HR. Muslim)
5. Selalu Bersyukur dan Memiliki Sikap Qana’ah
Betapa Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang selalu bersyukur. Orang yang beriman kepada hari akhir selalu memercayai bahwa apapun nikmat yang diberikan oleh Allah SWT adalah yang terbaik untuk dirinya. Menjaga diri dari rasa sombong ketika memiliki rezeki melimpah dan tetap bersyukur saat berada di titik rendah merupakan cerminan perilaku terpuji.
Allah SWT berfirman dalam surah Ibrahim ayat 7 tentang janji akan menambahkan nikmat untuk hamba-Nya yang senantiasa bersyukur dan memberikan peringatan akan azab yang bisa menimpa hamba-Nya yang kufur nikmat.
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”






