spot_img

7 Tanda Hati Keras Menurut Islam dan Penyebabnya, Kenali agar Segera Introspeksi Diri

KNews.id – Jakarta – Hati menjadi penentu baik atau buruknya amal perbuatan yang dilakukan manusia. Bagi orang yang baik hatinya, tentulah akan baik juga seluruh amal perbuatannya. Sebaliknya, seseorang memiliki hati yang keras akan mulai kehilangan motivasi untuk beribadah dan enggan berbuat baik pada sesama.

Keras hati atau qaswah al-qalb adalah kondisi hati yang keras akibat banyak dosa dan maksiat kepada Allah SWT. Hatinya menjadi tempat bersemayam berbagai kebencian dan tidak bisa lagi membedakan antara yang benar dan batil.

- Advertisement -

Tanda Seseorang Memiliki Hati yang Keras
Ada sejumlah tanda hati yang keras. Mengutip buku Hidup dengan Hati: Al-Qur’an dan Seni Membentuk Pribadi Mulia karya Anggi Maulana dan buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak susunan Toto Adidarmo, berikut tanda seseorang memiliki hati yang keras.

1. Tidak Tersentuh Rasa Takut kepada Allah SWT
Orang yang berhati keras tidak akan takut pada ancaman Allah SWT. Dia tidak akan mampu lagi merasakan getaran takwa dan kesadaran akan kehadiran Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah As-Saff ayat 5:

- Advertisement -

وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ لِمَ تُؤْذُوْنَنِيْ وَقَدْ تَّعْلَمُوْنَ اَنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْۗ فَلَمَّا زَاغُوْٓا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

Artinya: “(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, mengapa kamu menyakitiku? Padahal, kamu sungguh mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah kepadamu.” Maka, ketika mereka berpaling (dari perintah Allah), Allah memalingkan hati mereka (dari kebenaran). Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”

2. Berat Melakukan Ibadah
Orang yang hatinya keras akan terasa malas untuk beribadah dan melakukan amal saleh. Hatinya tidak lagi tergerak dan terpengaruh ketika mendengar seruan-seruan panggilan Allah SWT dan lantunan ayat suci. Padahal dalam surah Al-Anfal ayat 2, Allah SWT menjelaskan bahwa orang mukmin adalah orang yang gemetar hatinya ketika dibacakan ayat Al-Qur’an.

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal.”

3. Kebal Nasihat dan Merasa Paling Benar
Hati yang keras menyebabkan seseorang memiliki sifat angkuh dan sombong, merasa dirinya paling benar dan kerap merendahkan orang lain. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda:

- Advertisement -

“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat biji sawi.” Seorang lelaki bertanya, “Sesungguhnya seseorang suka jika pakaiannya bagus dan sepatunya juga bagus.” Rasulullah SAW menjawab, “Sesungguhnya Allah itu Indah dan mencintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran (karena merasa diri lebih) dan merendahkan orang lain.” (HR Muslim)

4. Hilangnya Rasa Bersalah Saat Berbuat Dosa
Orang yang hatinya keras tidak akan memiliki rasa gelisah dan menyesal ketika melakukan dosa. Akibat hilangnya rasa penyesalan, orang berhati keras juga enggan bertobat karena tidak merasa bersalah. Allah SWT berfirman dalam surah At-Taubah ayat 126:

اَوَلَا يَرَوْنَ اَنَّهُمْ يُفْتَنُوْنَ فِيْ كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً اَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوْبُوْنَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُوْنَ

Artinya: “Tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, tetapi mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?”

5. Hilangnya Empati dan Penuh Penyakit Hati
Orang dengan hati yang keras akan dipenuhi dengan rasa iri dan dengki, bahkan tidak jarang sampai memutus tali silaturahmi. Padahal Rasulullah SAW telah menegaskan tentang larangan sifat iri dengki melalui sabdanya, “Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, saling berpaling, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR Muslim)

Penyebab Hati Menjadi Keras
Keras hati bisa disebabkan oleh perbuatan buruk atau dosa-dosa yang dilakukan. Berikut beberapa di antaranya.

1. Melakukan Kemusyrikan
Ibnu Juraij menafsirkan orang yang berhati keras sebagai orang-orang musyrik, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Hajj ayat 53:

لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْقَاسِيَةِ قُلُوْبُهُمْۗ وَاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَفِيْ شِقَاقٍۢ بَعِيْدٍ ۙ

Artinya: “Dia (Allah) hendak menjadikan apa yang dilontarkan setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan hatinya keras. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam perselisihan yang jauh (dari kebenaran).”

2. Melanggar Syariat yang Ditetapkan Allah
Melanggar syariat juga bisa menyebabkan hati menjadi keras. Sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Maidah ayat 13 tentang kaum Bani Israil yang dikutuk karena melanggar janji untuk tidak meninggalkan salat, mengabaikan zakat, dan beriman kepada rasul Allah SWT setelah Nabi Musa AS.

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قٰسِيَةً ۚ يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖۙ وَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَاۤىِٕنَةٍ مِّنْهُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “(Namun,) karena mereka melanggar janjinya, Kami melaknat mereka dan Kami menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman-firman (Allah) dari tempat-tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Nabi Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka, kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat). Maka, maafkanlah mereka dan biarkanlah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin.”

3. Jarang Berzikir dan Banyak Bicara
Nabi SAW bersabda, “Janganlah kalian memperbanyak bicara dengan selain zikir kepada Allah, karena memperbanyak bicara dengan selain zikir kepada Allah membuat hati menjadi keras, sementara hamba yang paling jauh dari Allah adalah yang hatinya keras.” (HR Tirmidzi)

4. Banyak Berbuat Dosa
Ali bin Abi Thalib berkata, “Air mata tidak akan kering kecuali bagi orang yang keras hati, dan hati tidak akan mengeras kecuali bagi orang yang banyak dosa.”

5. Mendengarkan Hal Negatif dan Sia-sia
Nabi SAW bersabda, “Di antara yang membuat keras hati adalah mendengarkan sesuatu yang sia-sia.”

6. Jarang Mengingat Mati dan Beribadah
Nabi Isa AS pernah berkata, “Apabila hati tidak dilembutkan dengan mengingat kematian dan tidak disertakan dalam ibadah, maka ia akan menjadi keras kepala seperti batu.”

7. Berlebih-lebihan Makan, Tidur, dan Bergaul
Menurut Abu Sulaiman ad-Darani dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah, penyebab keras hati adalah bicara berlebihan, banyak berdosa dan maksiat, melanggar kewajiban, banyak tertawa, banyak makan, dan bergaul dengan orang yang buruk agamanya.

(NS/DTK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini