spot_img

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur untuk Dukung Pertumbuhan AI di Indonesia

Hubungkan HDC Cikarang dan Batam melalui konektivitas andal berlatensi di bawah  dua milidetik

KNews.id – Denpasar, 27 Oktober 2026 – PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), operating company PT  Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat kesiapan infrastruktur konektivitas untuk  mendukung pertumbuhan artificial intelligence (AI) di Indonesia. Pengembangan difokuskan pada  peningkatan kapasitas, perluasan data center interconnect, dan penguatan keandalan jaringan untuk  mendukung kebutuhan layanan AI yang terus berkembang.

- Advertisement -

Dalam sesi panel Bali Tech Week 2026, Kamis (22/10) silam, Direktur Planning InfraNexia Ronny Arnaz  menyampaikan bahwa perkembangan AI membutuhkan dukungan jaringan yang mampu  menghubungkan data center, penyedia layanan, dan pengguna secara andal. Konektivitas menjadi fondasi  penting agar data dapat dipertukarkan dan diproses dengan cepat.

“Infrastruktur yang siap mendukung AI harus mampu menangani pertukaran data dalam jumlah besar dan  menjaga layanan tetap berjalan. Karena itu, kami terus meningkatkan kapasitas, memperluas jangkauan,  serta memperkuat keandalan jaringan seiring pertumbuhan kebutuhan pelanggan,” ujar Ronny.

- Advertisement -

InfraNexia telah menghubungkan kawasan Hyperscale Data Center (HDC) di Cikarang dan Batam ke  jaringan backbone nasional. Infrastruktur pendukungnya mencakup 76 kilometer dark fiber di Cikarang  dan 96 kilometer jaringan fiber untuk konektivitas data center di Batam. Layanan data center interconnect  juga didukung konektivitas berlatensi rendah di bawah dua milidetik untuk mempercepat pertukaran  data.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pertukaran data, InfraNexia memprioritaskan peningkatan  kapasitas pada 14 jalur data center dengan trafik tertinggi pada 2026. Pengembangan selanjutnya  diarahkan pada teknologi data center interconnect berkapasitas hingga 800G per panjang gelombang  pada 2030, serta perluasan jangkauan ke Batam–Bintan pada 2027 dan Kalimantan pada 2028.

Selain itu, InfraNexia mengoperasikan jalur alternatif melalui rute darat dan laut yang berbeda untuk  menjaga keberlangsungan layanan. Pemisahan rute ini mengurangi risiko beberapa jalur terdampak oleh  satu gangguan yang sama, sekaligus memungkinkan pengalihan trafik ketika terjadi force majeure.

Seluruh pengembangan dijalankan dengan prinsip netralitas dan keterbukaan akses, sehingga operator,  penyedia cloud, dan penyedia AI dapat memanfaatkan jaringan dengan ketentuan layanan yang setara.

“Melalui infrastruktur yang terbuka dan andal, kami ingin mendukung lebih banyak mitra  mengembangkan layanan AI di Indonesia. Dengan fondasi konektivitas yang semakin kuat, pemanfaatan AI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sektor dan wilayah,” tutup Ronny.

(FHD/TLKM)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini