spot_img

Pengamat Sebut Jokowi Kecewa, Prabowo Dinilai Tak Bela Gibran soal Ijazah

KNews.id – Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menilai, Presiden Prabowo Subianto telah membuat pendahulunya, mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kecewa. Pasalnya, hingga saat ini ia tidak membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tengah diterpa polemik keabsahan syarat pendidikan saat maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 lalu.

Mahkamah Konstitusi RI (MK) telah menyatakan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024 (PHPU) terkait syarat pendidikan Gibran yang diajukan oleh eks Wakil Menteri Hukum dan HAM RI (Wamenkumham) Denny Indrayana cs tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard/NO) dalam sidang yang digelar pada Selasa (6/10/2026) lalu.

- Advertisement -

Namun, selama persidangan, terungkap juga, MK tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah/sertifikat dari luar negeri yang bisa disetarakan dengan tamat sekolah menengah atas (SMA). Hal ini pun menunjukkan, Jokowi dan Gibran, ayah dan anak yang menduduki posisi tertinggi di Indonesia, sama-sama diterpa kontroversi soal ijazah.

Sementara, di tengah polemik keabsahan syarat pendidikan Gibran, pernyataan Jokowi soal Pemilihan Umum atau Pemilu 2029 masih jauh turut menuai sorotan. Pernyataan ‘Pemilu 2029 masih jauh’ disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan soal dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dua periode.

- Advertisement -

Ini sangat berbeda dengan statement Jokowi sebelumnya yang beberapa kali tegas mendukung Prabowo-Gibran dua periode (2024-2029 dan 2029-2034).

Jokowi Kecewa, Prabowo Tak Pasang Badan untuk Polemik Ijazah Jokowi dan Gibran

Fernando Emas menilai, Jokowi kecewa terhadap Prabowo lantaran tidak memberikan pembelaan saat dirinya dan sang anak sulung, Gibran, diterpa polemik ijazah. Hal itu, menurut Fernando, dapat dilihat dari pernyataan Jokowi yang bilang ‘Pemilu 2029 masih jauh’.

“Saya kira memang seperti itu, dan ini bisa kita baca dari sikap Pak Jokowi setelah ketemu Pak Prabowo selama sekitar 2 jam di Kertanegara, ketika ada wartawan menanyakan tentang wacana Pak Prabowo dan Mas Gibran dua periode, tapi sangat berbeda jawaban Pak Jokowi dari sebelum-sebelumnya; yang kemarin dijawab pemilu masih jauh,” kata Fernando, dikutip dari tayangan On Focus yang diunggah di kanal YouTube Tribunnews, Selasa (13/10/2026).

“Ini kan bagian gambaran mungkin saja Pak Jokowi sudah kecewa terkait dengan sikap Pak Prabowo yang sepertinya acuh dan tidak mau pasang badan terkait dengan polemik ijazah, baik itu ijazahnya Pak Jokowi ataupun Mas Gibran, sehingga ini terus berkepanjangan.”

Fernando menyebut, Prabowo sebagai penerus Jokowi terkesan acuh tak acuh dengan polemik ijazah Jokowi dan Gibran karena ingin fokus pada pemerintahan yang dipimpinnya.

“Untuk siapa pun pemimpin yang menjadi penerus Pak Jokwo, tentunya [ingin] bisa bekerja secara baik maksimal untuk kepentingan bangsa negara, untuk rakyat Indonesia,” jelas Fernando.

- Advertisement -

“Jadi, semua program-program yang sudah dirancangkan itu bisa dilakukan selama lima tahun ini, sehingga tidak terganggu polemik-polemik yang sebenarnya tidak terlalu begitu penting untuk kepentingan bangsa negara.”

“Jadi saya melihatnya seperti itu. Jadi, sangat wajar ketika masyarakat melihat memang Pak Prabowo tidak peduli terkait dengan hal ini dan dianggap acuh dan tidak mau pasang badan.”

Peta Politik di Pemilu 2029 Berubah

Selanjutnya, Fernando menilai, memang sudah ada persaingan politik yang tumbuh antara Jokowi dan Prabowo, jika melihat pernyataan ‘Pemilu 2029 masih jauh.’ Menurut dia, Jokowi akan membentuk poros tersendiri dan mengusung Gibran di Pemilu 2029 yang akan datang. Sebab, tambah Fernando, sudah tidak ada lagi kemungkinan untuk menduetkan kembali Prabowo dan Gibran di Pemilu 2029.

“Saya kira sangat sangat tegas itu ya, kita bisa memaknai itu sebagai pernyataan politik yang sangat tegas, bahwa akan terjadi poros Pak Jokowi sendiri yang di sini akan mengusung Mas Gibran di 2029 yang akan datang,” ucap Fernando.

“Karena apa? Melihat potensi Pak Prabowo ini sangat-sangat tidak patut untuk kembali diduetkan dengan Mas Gibran kalaupun beliau ini masih akan mengikuti kontestasi di 2029 yang akan datang.”

Fernando menyebut, Prabowo tidak mungkin dipasangkan lagi dengan Gibran, lantaran Jokowi juga mengamati adanya kekecewaan masyarakat terhadap program-program unggulan yang diusung Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

“Saya sendiri melihat, potensi Pak Prabowo untuk ikut kontestasi 2029 yang akan datang sudah tidak ada, mengingat situasi yang saat ini terus terjadi polemik, persoalan yang satu tidak pernah selesai, terus kemudian data yang lain, misalnya seperti persoalan-persoalan program-program unggulan beliau tidak selesai sampai saat ini, kan gitu,” jelas dia.

“Jadi, Pak Jokowi tentu melihat seperti itu, ada potensi potensi kekecewaan masyarakat, ketidakpuasan terhadap pemerintahan ini, yang akhirnya nanti membuat pemerintahan ini atau pun Pak Presiden Prabowo Subianto tidak akan menuntaskan kepemimpinannya sampai 2029.”

Beda Statement Jokowi: Dulu Tegas Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, Kini Bilang Pemilu 2029 Masih Jauh

Ada perbedaan sikap terkait dukungan terhadap Prabowo-Gibran dua periode yang tersirat dari dua pernyataan Jokowi. Satu tahun lalu, telah terbaca arah politik Jokowi setelah tak lagi menjabat sebagai Presiden RI, yakni memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo – Gibran, tak hanya satu periode, melainkan dua periode sekaligus. Bahkan, Jokowi terang-terangan mengaku, sudah sejak lama memberikan arahan kepada relawannya untuk mendukung Prabowo-Gibran dalam dua masa bakti tersebut.

Dengan statement ini, Jokowi beserta kaum relawannya kembali mendukung duet Prabowo-Gibran di pemilihan presiden atau Pilpres yang akan datang, yakni Pilpres 2029.

“Sejak awal saya sampaikan seluruh relawan untuk itu. Ya memang sejak awal saya perintahkan seperti itu, untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dua periode,” ungkap Jokowi saat ditemui awak media di kediamannya di Sumber, Solo, Jumat (19/9/2025), dilansir TribunSolo.

Lalu, pada awal 2026, Jokowi kembali menegaskan dukungannya terhadap Prabowo-Gibran dua periode, ketika menanggapi wacana Gibran maju sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2029.

“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” ungkap Jokowi saat ditemui TribunSolo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).

Terbaru, Jokowi menyampaikan pernyataan berbeda ketika kembali ditanya soal dukungan terhadap Prabowo-Gibran untuk kembali berpasangan pada Pilpres 2029.

“Pemilu masih jauh,” kata Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026), atau dua hari setelah pertemuan antara dirinya dan Prabowo serta sidang putusan MK tentang syarat pendidikan Gibran, sebagaimana diwartakan TribunSolo.

Jokowi juga mengatakan, semua pihak sebaiknya bekerja terlebih dahulu, baik dalam ranah politik maupun pemerintahan.

“Masih jauh 2029. Semuanya kerja dulu. Entah kerja politik, entah kerja pemerintahan. Kerja untuk rakyatlah semuanya,” ujarnya.

(NS/TRB)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini