KNews.id – Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tak lagi ingin kesepakatan dengan Iran, menyusul laporan bahwa militer Washington sedang mempersiapkan serangan besar ke Teheran.
“Saya rasa kesepakatan itu bukanlah sesuatu yang benar-benar ingin saya lakukan, tetapi mereka bersedia menawarkan apa pun kepada kami untuk menghentikannya,” kata Trump dalam kampanye Partai Republik di San Antonio, Rabu (7/10).
Pernyataan Trump ini dilontarkan setelah sejumlah media melaporkan bahwa ia dan tim keamanan nasionalnya telah mendiskusikan kemungkinan melanjutkan perang melawan Iran.
Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Trump telah menginstruksikan Komando Pusat, selaku unit militer yang bertanggung jawab atas Timur Tengah, untuk menyelesaikan persiapan bertempur kembali dengan Iran.
Pada Rabu (7/10) Atlantic melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan untuk menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu pada awal November. Serangan baru AS ini diprediksi akan menargetkan energi, infrastruktur, dan nuklir Iran.
Axios telah memperingatkan bahwa kembalinya perang dalam tiga hingga empat minggu ke depan dapat memengaruhi pemilu paruh waktu, sebagian karena harga minyak berpotensi naik sebagai responsnya.
Tingkat popularitas Trump sendiri sudah jatuh ke level terendah sepanjang sejarah.






