KNews.id – Jakarta – Peneliti senior Citra Institute Efriza menilai perubahan sejumlah posisi strategis dalam reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto menunjukkan adanya penataan ulang simpul-simpul penting pemerintahan.
Menurut dia, reposisi dua menteri koordinator hingga penambahan kelembagaan baru memperlihatkan perhatian Presiden Prabowo pada persoalan koordinasi. “Presiden sedang memperluas cakupan penataan kabinet.
Tujuannya bisa dibaca sebagai upaya sinkronisasi kebijakan dan mempercepat program pemerintah,” kata Efriza, Jumat (2/10). Dia juga menyoroti penguatan sektor luar negeri melalui penunjukan diplomat karier Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri. Bagi Efriza, pilihan tersebut memperlihatkan adanya kebutuhan memperkuat kapasitas teknokratis di sektor diplomasi.
“Ini menunjukkan adanya upaya memperkuat kembali peran Kementerian Luar Negeri,” ujarnya. Perubahan juga terjadi pada sektor keamanan. Efriza menilai rotasi sejumlah perwira kepolisian dan penempatan purnawirawan TNI di posisi strategis memperlihatkan perhatian Prabowo terhadap pengawalan kebijakan serta keamanan.






