spot_img

China Desak Jepang Perbaiki Sikap soal Taiwan, Hubungan Makin Tegang

KNews.id – Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi meminta Jepang untuk “memperbaiki” sikap pemimpinnya terkait Taiwan, saat hubungan kedua negara kekuatan ekonomi Asia itu masih tegang.

Wang Yi, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (29/9/2026), menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan dengan Ketua Asosiasi Jepang untuk Promosi Perdagangan Internasional, Takeshi Iwaya. Asosiasi itu merupakan organisasi yang berfokus pada perdagangan dan diplomasi dengan China.

- Advertisement -

Kementerian Luar Negeri China menyebut pertemuan Wang Yi dan Iwaya berlangsung di Beijing pada Senin (28/9) waktu setempat. Iwaya juga merupakan mantan Menlu Jepang.

“Bagi Jepang, tugas mendesaknya adalah segera memperbaiki pernyataan dan tindakan keliru para pemimpinnya terkait masalah Taiwan,” kata Wang Yi.

- Advertisement -

Dia mengatakan bahwa hubungan China dan Jepang kembali menghadapi “situasi serius” dan perlu “dinormalisasi kembali”.

Menlu China itu juga memperingatkan Jepang agar tidak menantang “Konstitusi Perdamaian” pascaperang atau berupaya “merehabilitasi para penjahat perang”, sembari menekankan bahwa tahun ini menandai peringatan 80 tahun dimulainya Pengadilan Tokyo — pengadilan militer untuk mengadili para pemimpin tinggi Jepang atas kejahatan saat Perang Dunia II silam.

Iwaya, yang menjabat Menlu Jepang tahun 2024-2025 dan Menteri Pertahanan tahun 2018-2019, mengatakan bahwa kondisi hubungan bilateral saat ini mengkhawatirkan.

Hubungan antara China dan Jepang semakin tegang sejak Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi mengatakan, pada November tahun lalu, bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat dianggap sebagai “situasi yang mengancam kelangsungan hidup” Jepang, yang memungkinkan Tokyo mempraktikkan hak pertahanan kolektif.

Beijing berulang kali memprotes pernyataan Takaichi tersebut. Pemindahan sementara sistem rudal Typhon milik AS, dari wilayah Jepang bagian barat daya ke Pangkalan Udara Kadena di Okinawa, sekitar pertengahan Oktober mendatang juga menuai kritikan China.

(RD/DTN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini