KNews.id – Jakarta – Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah dilaporkan meninggal dunia diduga setelah tersedak buah kelengkeng menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mengutip dari detikSumbagsel, peristiwa itu terjadi di SDN 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, Selasa (22/9) sekitar pukul 07.40 WIB. Korban adalah inisial RAP (9), siswa kelas 3 di sekolah negeri tersebut.
Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP M Prenanta Al Ghazali mengatakan korban mengalami kejadian tersebut ketika berada di ruang kelas. Saat menyantap kelengkeng, korban disebut sedang bermain dan berlari-larian.
“Jadi sewaktu korban makan buah kelengkeng yang merupakan menu MBG di ruang kelas 3, korban sambil bermain lari-larian kemudian tersedak,” kata Prenanta.
Korban kemudian keluar kelas bersama temannya, D, sambil memegang bagian leher. RAP lalu meminta bantuan kepada penjaga sekolah, Ahmad Surahman.
Ahmad berupaya menolong korban dengan menepuk punggungnya. Namun, upaya tersebut belum membuat kondisi RAP membaik.
Pihak sekolah kemudian membawa korban ke ruang kepala sekolah. Guru dan pihak sekolah turut memberikan pertolongan sebelum korban dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi menyebut korban sempat memuntahkan sebagian makanan yang dikonsumsinya. Namun, kelengkeng yang diduga menyumbat saluran pernapasan korban tidak berhasil keluar.
“Korban sempat memuntahkan sisa makanan, namun buah kelengkeng yang tertelan tidak keluar,” ujar Prenanta.
RAP kemudian dibawa ke Puskesmas Poncowarno. Dari sana, korban dirujuk ke RS Kartini karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Setibanya di ruang UGD, petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap korban. Beberapa saat kemudian, RAP kemudian dinyatakan meninggal dunia.
“Sesampainya di ruang UGD dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Prenanta.
Sebagai langkah tindak lanjut, polisi telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban tersedak hingga meninggal dunia.
Keluarga korban, kata Prenanta, menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Sehingga, korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dilakukan pemakaman,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyatan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) maupun perwakilannya di Lampung terkait kejadian maut usai konsumsi menu MBG tersebut.






