spot_img

Sering Berbuat Maksiat? Ini Bahaya yang Bisa Bikin Manusia Lupa Diri

KNews.id – Jakarta – Kemaksiatan dapat membawa manusia semakin jauh dari Allah SWT. Ketika seseorang melupakan Allah, ia juga dapat dibuat lupa terhadap dirinya sendiri, kehilangan perhatian terhadap keselamatan dunia dan akhirat, hingga terjerumus dalam kefasikan. Alquran mengingatkan umat Islam agar tidak menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, karena pada akhirnya mereka dibuat lupa kepada diri mereka sendiri.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da’ wa ad-Dawa menerangkan, kemaksiatan membuat seseorang melupakan Allah dan Dia pun akan melupakan dan membiarkan dirinya bersama setan. Saat itulah ia binasa dan tidak mungkin mengharapkan keselamatan.

- Advertisement -

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

- Advertisement -

Yā ayyuhal-lażīna āmanuttaqullāha waltanẓur nafsum mā qaddamat ligad(in), wattaqullāh(a), innallāha khabīrum bimā ta‘malūn(a).

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Ḥasyr Ayat 18)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ  اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Wa lā takūnū kal-lażīna nasullāha fa’ansāhum anfusahum, ulā’ika humul-fāsiqūn(a).

Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik. (QS Al-Ḥasyr Ayat 19)

- Advertisement -

Allah menyuruh mereka untuk bertakwa dan melarang mereka meniru orang-orang yang lupa kepada-Nya. Allah akan membuat orang yang meniru mereka menjadi lupa, melupakan dirinya sendiri, melupakan kemaslahatan yang bisa menyelamatkannya dari siksaan dan membawanya ke tempat yang abadi di akhirat dan melupakan hal lain yang mendatangkan kesempurnaan, kesenangan, dan kelapangan nikmat baginya.

Mereka dilupakan dari berbagai hal itu karena mereka melupakan Allah, lupa mengagungkan-Nya, tidak takut kepada-Nya, dan tidak berpegang teguh kepada perintah-Nya. Karena itu, dapat kita lihat, orang yang melakukan maksiat biasa lalai berbuat sesuatu demi kebaikan dirinya sendiri. Kesempatan untuk itu ia hilangkan. Ia mengikuti hawa nafsunya. Keadaannya serba kurang dan merosot. Kemaslahatan dunia dan akhiratnya juga tertinggal. Ia kehilangan kebahagiaan abadi, karena ia tukar dengan kenikmatan yang lebih rendah. Ini semua tak lain ibarat awan musim kemarau dan fatamorgana.

Dampak yang paling besar adalah seseorang lupa akan dirinya sendiri. Ia tidak memperhatikan dirinya, menghilangkan keberuntungannya sendiri dari Allah. Ia tertipu dan menjualnya dengan harga rendah. Ia menghilangkan perkara sangat penting dan tak terganti. Ia menukamya dengan sesuatu yang tidak diperlukan.

Sebaliknya, bagi manusia yang mampu bertahan dari maksiat, Allah akan mengganti usahanya itu dengan balasan tiada tara. Allah memberikan manfaat kepadanya, sesuatu yang tidak dapat diberikan oleh selain-Nya. Allah menolong dan melindunginya. Maka, bagaimana seseorang merasa tidak perlu menaati-Nya walau hanya sekejap? Bagaimana manusia lupa berdzikir dan mengingat-Nya? Bagaimana manusia bisa mengabaikan perintah-Nya sehingga merugikan dan menzalimi dirinya sendiri? Allah tidak akan menzalimi seorang hamba, tetapi hamba tersebutlah yang menzalimi dirinya sendiri.

(RD/RPK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini