spot_img

Jadi Tamu Pertama Ketum PBNU Gus Kikin, Komut dan Dirut BSI Sepakat Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat

(Kiri-kanan): Komisaris Utama BSI Muhajir Effendy, Ketua Umum PBNU terpilih 2026-2031 KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, dan Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan Arif dalam pertemuan di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (4/9/2026). 

KNews.id – Jakarta  4 September 2026 — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan momen istimewa dengan menjadi institusi pertama yang diterima secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmat 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), pada hari pertama kerjanya di Kantor PBNU, Jakarta.

- Advertisement -

Kunjungan kehormatan (courtesy visit) yang dilakukan oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy ini menjadi langkah nyata perseroan dalam memperkuat sinergi strategis bersama NU, khususnya dalam mendorong peningkatan literasi, penetrasi, dan ekosistem keuangan syariah di Indonesia.

“Alhamdulillah, BSI mendapatkan kehormatan menjadi institusi pertama yang diterima oleh KH Abdul Hakim Mahfudz di hari pertama beliau berkantor di PBNU. Kami mengucapkan selamat dan mengapresiasi NU atas terselenggaranya Muktamar ke-35 dengan sukses. Kami berharap sinergi yang sudah terjalin sangat baik selama ini dapat semakin erat dan membawa keberkahan untuk umat serta bangsa,” ujar Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo.

- Advertisement -

Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, NU dinilai memiliki peran strategis dalam menghadirkan gagasan inspiratif yang mampu mendorong kemajuan umat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, kolaborasi BSI dan NU diarahkan pada pengembangan ekosistem kelembagaan, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan ekosistem pesantren secara menyeluruh.

Fokus Kemandirian Pesantren dan Solusi Digital

Lebih lanjut, BSI terus memfokuskan upaya penetrasi layanan keuangan syariah di lingkungan pesantren di seluruh Indonesia. Saat ini, BSI telah dipercaya mengelola layanan keuangan di lebih dari 14.000 pesantren di tingkat nasional, di mana sekitar 23,9% di antaranya berlokasi di Jawa Timur yang merupakan salah satu basis pesantren terbesar di Tanah Air.

BSI berkomitmen mendorong pesantren untuk “naik kelas” dan semakin mandiri secara ekonomi. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyediaan kemudahan layanan terintegrasi, antara lain pemanfaatan fasilitas cash management untuk mendukung tata kelola administrasi lembaga, kehadiran BSI Agen guna memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal, serta optimalisasi aplikasi BYOND by BSI sebagai platform mobile banking utama bagi para civitas pesantren.

“Melalui penguatan layanan perbankan digital ini, BSI ingin memastikan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu bertransformasi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional,” tutup Anggoro.

(FHD/BSI)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini