spot_img

Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Keterlibatan Ormas dalam Kericuhan Aksi di Kawasan DPR

KNews.id – Jakarta – Polda Metro Jaya masih mendalami informasi terkait adanya dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam kerusuhan saat aksi penyampaian pendapat di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan informasi tersebut berdasarkan fakta yang telah terverifikasi.

- Advertisement -

“Kalau terkait tentang ormas, kami masih melakukan pendalaman terkait, karena fakta harus terverifikasi, kami mohon waktu,” kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Saat ditanya apakah ada keterlibatan Hercules pemimpin ormas Grib Jaya terkait pergerakan ormas kemarin malam, dia menjawabnya dengan mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial terkait kerusuhan tersebut.

- Advertisement -

Menurutnya, banyak unggahan di media sosial yang berisi disinformasi, provokasi, hingga hoaks.

“Ya, tadi kita sampaikan, satu, kita sangat prihatin ya dengan insiden yang terjadi kemarin. Teman-teman harus memahami banyak unggahan di media sosial yang disinformasi, provokasi, dan hoaks,” ujarnya.

Kombes Budi mencontohkan sejumlah unggahan lama yang kembali disebarkan seolah-olah menggambarkan situasi terkini.

Salah satunya, kata dia, terdapat unggahan mengenai suasana masyarakat di kawasan Monas yang sebenarnya merupakan dokumentasi kegiatan Pesta Rakyat 17 Agustus.

“Mungkin kita juga mendapatkan unggahan massa pada saat pesta rakyat 17 Agustus. Itu dinaikkan di subuh hari bahwa subuh hari jam 06.00 WIB masyarakat sudah banjir di Monas, itu kan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat pesta rakyat,” katanya.

Selain itu, Budi menyebut terdapat pula unggahan mengenai mobilisasi massa yang diklaim berasal dari sejumlah daerah.

- Advertisement -

“Ada lagi mobilisasi mudik arus Lebaran. ‘Oh ini dari Pekanbaru, Bengkulu, dan lain-lain.’ Nah, ini harus kita menjelaskan kepada teman-teman, kepada masyarakat, informasi ini harus valid,” tuturnya.

Polisi berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang belum terverifikasi.

“Makanya saya tadi bilang ‘katanya’, saya tidak mau kalau pertanyaan itu ‘katanya’ karena pertanyaannya yang salah, pasti saya jawab juga ambigu,” pungkas Kombes Budi.

Dalam informasi yang tersebar di media sosial, sejumlah truk colt diesel membawa massa diduga dari kelompok ormas. Dalam narasi yang beredar massa ormas tersebut disebut menyerang warga sambil membawa bilah bambu. Di kawasan Kemanggisan Jakarta Barat, sebanyak lima truk yang membawa massa itu hancur dirusak warga.

Satu orang meninggal

Seorang warga Bendungan Hilir, Bambang Setiyawan (59), disebut tewas dalam kericuhan di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam.

Ketua RT 002/06 Jalan Pejompongan, Kelurahan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Aban Sobandi, mengatakan Bambang merupakan warganya yang menjadi korban dalam kericuhan tersebut.

Kericuhan terjadi di sejumlah titik di Jakarta Pusat setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, beraudiensi dengan pimpinan DPR RI, lalu membubarkan diri.

Sebelumnya dalam aksi tersebut, AMPB menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

(RD/TBN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini