KNews.id – Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menerima alokasi anggaran pada 2027 sebesar Rp 240 triliun. Menurut Kepala BGN Sudaryono, sebagian besar alokasi anggaran tersebut digunakan untuk melaksanakan program makan bergizi gratis (MBG).
Pernyataan ini disampaikannya usai melakukan brainstorming dan penyamaan persepsi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beserta jajaran eselon I Kementerian Keuangan dan BGN.
“Ini kami kami sudah ada kenapa Rp 240 triliun, bagaimana rencananya, dan lain-lain. Itu kemudian kami istilahnya brainstorming dengan Pak Menkeu. Jadi Pak Menkeu juga sedikit banyak juga beliau tahu, kami juga detailnya kami tahu sehingga kami brainstorming penyamaan frekuensi dan persepsi,” ujar Sudaryono di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Sudaryono merinci sekitar 97% dari total anggaran digelontorkan khusus untuk program MBG. Artinya, anggaran program MBG tahun depan mencapai Rp 232,8 triliun.
Sementara sisanya, digunakan untuk operasional BGN, termasuk pengawasan program MBG hingga gaji pegawai ASN BGN hingga kepala SPPG yang berjumlah 30.000 orang.
“Kalau 3% kali Rp 240 triliun untuk fungsi pengawasan, untuk kemudian monitoring gaji-gaji termasuk gaji kepala SPPG. Jadi yang dipakai untuk Rp 240 triliun itu yang dipakai secara rencana kita mau konversi menjadi MBG itu adalah 97% x Rp 240 triliun,” tambah ia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) untuk 2027 mencapai Rp 240 triliun. Anggaran MBG tahun depan masih dialokasikan dalam pos anggaran pendidikan yang nilainya mencapai Rp 820,9 triliun.
“Kaitannya untuk MBG sekitar Rp 240 triliun untuk MBG,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).






