KNews.id – Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Teheran belum siap untuk membuat “kesepakatan yang tepat”. Dia juga mengatakan bahwa Washington sedang mengamati “apa yang terjadi” dalam perang Iran.
“Ini berarti kita sedang melihat apa yang terjadi,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah pilihan militer AS terhadap Iran terbatas.
Washington pekan ini berjanji akan menerapkan sanksi finansial terberat dalam sejarah dengan tujuan menggulingkan kepemimpinan Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dia akan memberikan rincian pada hari Senin mendatang mengenai rencana sanksi tersebut. Ini disampaikannya setelah Trump memperingatkan konsekuensi ekonomi terhadap negara mana pun yang memberikan “jalur bantuan apa pun kepada Iran.”
“Kita memiliki kendali penuh atas seluruh wilayah yang berkaitan dengan Selat Hormuz, dan itu berarti juga wilayah daratannya. Jadi, mereka ingin membuat kesepakatan, tapi menurut pendapat saya, mereka belum siap untuk membuat kesepakatan yang tepat,” kata Trump pada hari Jumat (21/8) waktu setempat, dilansir Reuters, Sabtu (22/8/2026).
Sebelum AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada tanggal 28 Februari, Selat Hormuz menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa sudah saatnya mengakhiri perang Timur Tengah dengan Amerika Serikat karena Teheran kini berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan Washington.
Perundingan antara kedua musuh bebuyutan tersebut masih terhenti dan mengalami kebuntuan. Teheran tetap menutup sebagian Selat Hormuz dan Washington terus melakukan blokade balasan angkatan laut terhadap Iran.
“Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang karena kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat,” kata Pezeshkian dalam pertemuan dengan para dokter di Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/8/2026).
“Seluruh dunia mengakui kemenangan kita dan menekankan bahwa Amerika telah menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur kita dengan melanggar semua peraturan dan dibenci di seluruh dunia,” imbuhnya.






