spot_img

Review iPhone 17e: Mantan Pengguna Android Dibikin Enggan Balik

KNews.id – Jakarta – Selama ini saya setia sama Android buat ngonten. Jujur saja, begitu ditantang untuk menjajal iPhone 17e demi kebutuhan konten media sosial, ada keraguan yang muncul duluan.

Bertahun-tahun mengandalkan HP Android untuk syuting video, edit di aplikasi, sampai unggah ke TikTok, rasanya sudah jadi rutinitas yang nyaman. Pertanyaan pertama yang muncul di kepala cuma satu: “Ah, apa bedanya, sih? Apa spesialnya?”

- Advertisement -

Tapi namanya juga rasa penasaran, nggak akan terjawab cuma dengan menduga-duga. Maka boks iPhone 17e pun dibuka, dan dari situ pengalaman tak terlupakan dimulai.

Desain & Aksesori
Kesan pertama saat membuka kotak penjualan iPhone 17e adalah warna Soft Pink yang terlihat manis tanpa terkesan berlebihan. Selain warna tersebut, Apple juga menyediakan pilihan White dan Black untuk pengguna yang menginginkan tampilan lebih netral.

- Advertisement -

Begitu digenggam, ukuran dan bobotnya terasa pas. Smartphone ini nyaman digunakan untuk mengetik, membalas pesan, hingga merekam video dalam waktu lama tanpa membuat tangan cepat lelah.

Tata letak tombol juga terasa familiar. Tombol power berada di sisi kanan, sementara tombol volume dan Action Button ditempatkan di sisi kiri.

iPhone 17e Foto: Adi FR/detikINET
Di bagian bawah tersedia port USB-C yang mendukung pengisian daya sekaligus aksesori audio berbasis USB-C. Bagian belakang sudah mendukung magsafe, jadi bisa mengisi iPhone 17e secara wireless.

Hal yang mungkin langsung mengundang tanda tanya adalah keberadaan satu kamera saja di bagian belakang. Namun setelah digunakan, desain kamera tunggal tersebut justru memberikan kesan lebih bersih dan elegan dibanding modul kamera besar yang kini banyak ditemui pada smartphone modern.

Selain smartphone, paket yang diterima detikINET juga dilengkapi body strap dan silicone case berwarna senada.

Bicara dari Apple Crossbody Strap-nya dulu ya, detikers. Warnanya cantik menyatu pas dengan silicon case.

- Advertisement -

Talinya cukup panjang sehingga nyaman untuk dipakai selempang, adanya sistem magnetik khusus bikin tak mudah kusut. Talinya kokoh bikin nggak was-was jatuh.

Semua aksesori ini sekadar optional ya detikers, kalau kamu sudah cukup puas dengan clear case, no worries at all. Warna dari iPhone 17e sudah stand out, sehingga semua balik lagi ke preferensi tiap-tiap orang.

Layar dan Audio
Layar 6,1 inci Super Retina XDR OLED dengan resolusi 2532×1170 (460 ppi) tajam, warna vivid, dan kontras tinggi. Dukungan Dolby Vision membuat konten Netflix dan YouTube terasa sinematik.

Saya sempat gas main Free Fire pakai Game Mode. Visualnya jernih, warna hidup, dan detail musuh di kejauhan lebih mudah terlihat. Bahkan saat mencoba game horror seperti Eyes Horror & Coop Multiplayer, suasana gelapnya terasa lebih creepy dan mencekam karena kontras OLED yang dalam. “Hih, takutnye,” begitu kata saya pas main malam-malam.

Coating anti-reflektif baru mengurangi glare di bawah sinar Matahari — ini poin plus dibanding beberapa Android yang saya pakai. Namun, refresh rate masih 60Hz. Sebagai pengguna Android yang biasa 90-120Hz, scrolling dan animasi terasa kurang “buttery smooth” di awal. Setelah beberapa hari mata saya mulai terbiasa, tapi tetap jadi pengingat bahwa ini entry-level.

Audio stereo-nya jernih dan cukup keras untuk ukuran ponsel kecil. Panggilan video atau musik di kamar terdengar enak, meski bass-nya tidak sekuat ponsel dengan speaker dedicated.

Kamera & Mic
Sebagai orang yang malas ribet bawa mic eksternal cuma buat voice over, hasil dari mic bawaan iPhone 17e ini benar-benar mengejutkan. Sekalipun take suara dilakukan di rooftop yang anginnya lumayan kencang dan suara kendaraan bersahutan dari bawah, hasil rekamannya tetap jernih, nyaris tanpa noise yang mengganggu. Noise cancellation-nya sangat efektif, cocok untuk jurnalis atau content creator yang sering rekam di lapangan.

Hasil kamera pun tak kalah impresif. Meski pengambilan gambar dilakukan terburu-buru di sela kejar tayang deadline, footage video yang dihasilkan tetap stabil, jauh dari kesan shaky atau goyang-goyang khas video buru-buru. Stabilisasi optical + electronic-nya bekerja sangat baik.

Yang bikin geleng-geleng kepala, satu bulatan kamera di bodinya ternyata sama sekali nggak mengurangi kualitas konten. iPhone 17e mengandalkan sistem 2-in-1 lewat kamera Fusion 48 MP dengan bukaan f/1.6. Lewat metode sensor cropping, lensa tunggal ini bisa menghasilkan foto 2x Telephoto yang tetap tajam tanpa perlu lensa fisik tambahan.

Kamera depannya juga tak mau kalah. Beresolusi 24 MP dengan autofocus, hasil foto maupun video selfie sama tajamnya, entah dipakai dengan tongsis, tripod, atau cuma mengandalkan tangan sendiri.

Satu lagi yang bikin proses ngonten makin santai: dukungan Apple Intelligence lewat fitur ‘Clean Up’ untuk menghapus objek mengganggu, bayangan, sampai distorsi di foto. Rasanya seperti dapat asisten editing kecil yang siap pakai kapan saja.

Performa dan Baterai
Ditenagai chipset A19 berbasis fabrikasi 3nm serta modem Apple C1X yang lebih hemat daya, iPhone 17e memberikan performa yang sangat mumpuni untuk kelasnya. Multitasking lancar — buka puluhan tab Safari, switch aplikasi, background refresh, semuanya tanpa lag. iOS 26 terasa sangat optimised, jauh lebih “snappy” dibanding beberapa Android dengan Snapdragon setara di rentang harga ini.

Editing video pakai CapCut terasa ringan meski memproses footage 4K dari kamera Fusion 48 MP. Export cepat dan stabilisasi bagus. Untuk gaming, Free Fire, Genshin Impact, dan PUBG Mobile di setting tinggi berjalan smooth dengan thermal management yang baik.

Agar penilaian tidak hanya berdasarkan perasaan, detikINET juga menguji performa iPhone 17e menggunakan aplikasi benchmark.

Pada AnTuTu Benchmark, smartphone ini berhasil mencatatkan skor 1.978.001 poin. Angka tersebut tergolong tinggi dan mendekati performa beberapa perangkat flagship.

Sementara itu, pengujian Geekbench 6 menghasilkan skor single-core 3.533 dan multi-core 8.889.

Hasil tersebut menjelaskan mengapa proses berpindah aplikasi, editing video, hingga bermain game terasa mulus tanpa hambatan berarti.

Dalam penggunaan campuran yang meliputi pembuatan konten, editing video, media sosial, hingga gaming, daya tahan baterai iPhone 17e tergolong memuaskan.

Saat digunakan sejak pagi, indikator baterai baru menunjukkan peringatan rendah pada sore hari meski perangkat terus digunakan untuk berbagai aktivitas. Kapasitas baterainya mencapai 4.005 mAh yang dipadukan dengan chipset A19 dan modem yang hemat daya membuat satu kali pengisian daya rasanya sudah cukup menemani aktivitas dari pagi hingga malam.

Charging wired maksimal sekitar 20W (agak lambat dibanding Android), tapi MagSafe 15W sangat nyaman untuk top-up sepanjang hari. Bagi mantan pengguna Android yang biasa fast charging, ini butuh penyesuaian — tapi daya tahan yang panjang mengompensasinya dengan sangat baik.

Dari segi tampilan, iPhone 17e tampil cantik dan nyaman digenggam seharian. Sebagai teman ngonten, performanya menyenangkan: kamera mantap, video stabil dan jernih, suara bersih meski direkam di tempat berangin.

Untuk urusan gaming, hasilnya lumayan, dengan catatan. Main game horor di HP ini lebih asyik dibanding game tembak-tembakan macam Free Fire atau PUBG, bukan karena layarnya kurang responsif, tapi karena warnanya lebih maksimal keluar saat suasana gelap.

Aksesorinya pun worth it untuk dibeli, warnanya menggemaskan dan fungsinya jelas. Pertanyaan besar di akhir percobaan: bakal balik pakai Android lagi untuk ngonten setelah ini?

Kalau sudah senyaman ini, kenapa harus balik lagi? Rupanya, rasa skeptis di awal sudah keburu kalah sama rasa betah yang muncul belakangan.

(NS/DTK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini