KNews.id – Jakarta – Korban tewas gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi sedikitnya 235 orang. Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan dua kapal perang, sejumlah pesawat angkut, dan beberapa helikopter untuk membantu penanganan gempa di Venezuela.
Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut terhadap korban-korban yang terjebak di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa. Sementara itu, Washington juga menjanjikan bantuan sebesar US$ 150 juta, atau setara Rp 2,6 triliun untuk otoritas Caracas dalam menangani gempa.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (26/6/2026):
-
Bertambah Lagi, 235 Orang Tewas Akibat Gempa Kembar Venezuela
Korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) sore bertambah menjadi sedikitnya 235 orang. Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut terhadap korban-korban yang terjebak di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa.
Bertambahnya jumlah korban tewas gempa Venezuela itu, seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (26/6/2026), diumumkan oleh Menteri Kesehatan Venezuela, Carlos Alvarado, dalam pernyataan terbarunya.
“Sayangnya, kami telah menerima sekitar 235 pasien yang tiba tanpa tanda-tanda vital atau meninggal dunia saat tiba di pusat-pusat layanan kesehatan kami,” kata Alvarado dalam wawancara dengan televisi pemerintah pada Kamis (25/6) malam waktu setempat.
-
AS Kirim Kapal Perang ke Venezuela, Kucurkan Bantuan Gempa Rp 2,6 T
Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mengerahkan dua kapal perang, sejumlah pesawat angkut, dan beberapa helikopter untuk membantu penanganan gempa di Venezuela. Washington juga menjanjikan bantuan sebesar US$ 150 juta, atau setara Rp 2,6 triliun untuk otoritas Caracas.
Langkah AS memberikan bantuan fantastis ini menyusul terjadinya dua gempa bumi dahsyat secara berurutan, berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang mengguncang wilayah Venezuela, tepatnya di area dekat pesisir Karibia, pada Rabu (24/6) waktu setempat.
Dua gempa dahsyat, yang oleh Survei Geologi AS atau USGS disebut sebagai fenomena gempa bumi “doublet” atau gempa kembar ini, menyebabkan banyak bangunan runtuh, merusak bandara utama Venezuela, dan memicu kekhawatiran akan jatuhnya banyak korban jiwa.
-
Imbas Panas Ekstrem, Prancis Matikan Reaktor Nuklir-Larang Konsumsi Miras
Otoritas Prancis mengambil langkah-langkah khusus dalam menghadapi gelombang panas ekstrem yang menyelimuti wilayahnya. Salah satunya dengan mematikan sejumlah reaktor nuklir sebagai langkah perlindungan lingkungan.
Penonaktifan reaktor nuklir dimaksudkan untuk menghindari pembuangan air panas dalam jumlah berlebih ke sungai-sungai yang suhunya sudah meningkat akibat suhu panas ekstrem.
Otoritas Paris juga memberlakukan larangan konsumsi minuman beralkohol atau minuman keras (miras), serta membatasi penjualannya, selama gelombang panas yang membuat rumah-rumah sakit setempat kewalahan menangani pasien.
-
Israel Hanya Akan Tarik Pasukan dari Lebanon Jika Hizbullah Lucuti Senjata
Israel menegaskan hanya akan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon bagian selatan jika kelompok Hizbullah telah dilucuti senjatanya. Penegasan ini disampaikan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerukan Israel untuk menarik pasukannya secara sukarela dari seluruh wilayah Lebanon.
Tel Aviv justru bersikeras menyatakan bahwa pasukannya akan tetap berada di zona keamanan yang ada di Lebanon, Jalur Gaza, dan Suriah selama diperlukan.
Militer Israel telah melancarkan serangan udara secara besar-besaran terhadap wilayah Lebanon dan mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan negara itu, setelah Hizbullah — yang didukung Iran — terlibat dalam konflik Timur Tengah dengan melancarkan serangan solidaritas untuk Teheran pada awal Maret lalu.
-
Kim Jong Un Awasi Uji Coba Senjata yang Mengancam Ibu Kota Korsel
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengawasi uji coba sistem artileri dan rudal yang telah ditingkatkan, dengan jangkauan tembak yang diklaim mampu menjangkau sebagian wilayah Seoul, ibu kota Korea Selatan (Korsel).
Analis menggambarkan uji coba senjata Pyongyang itu sebagai aksi “pamer kekuatan” terhadap Seoul. Kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), seperti dilansir AFP, Jumat (26/6/2026), melaporkan bahwa Kim Jong Un mengawasi uji coba “senjata utama” yang mencakup peluncur roket multiple dan hulu ledak untuk rudal balistik.





