spot_img

Terungkap! Frans Antoni, Bendahara Kepercayaan Fredy Pratama.

KNews.id – Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) pada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Frans Antoni, salah satu orang kepercayaan gembong narkoba internasional Fredy Pratama, setelah buron sejak 2023.

Frans ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026), sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (19/6/2026) untuk menjalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri.

- Advertisement -

Lantas, siapa sebenarnya Frans Antoni?

Pengendali keuangan jaringan Fredy Pratama

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan, Frans merupakan sosok yang bertugas mengatur dan mengendalikan aliran uang hasil bisnis narkotika jaringan Fredy Pratama.

- Advertisement -

Selama menjadi buronan, Frans diduga tetap menjalankan perannya dalam mengelola keuangan sindikat narkoba yang dipimpin Fredy. Frans diduga mengangkut uang hasil kejahatan dari Indonesia ke Thailand selama tujuh tahun.

Eko mengatakan, aktivitas tersebut berlangsung sejak 2017 hingga 2023 dengan frekuensi rata-rata dua hingga tiga kali setiap bulan.

“Frans Antoni melakukan kegiatan pengangkutan uang hasil kejahatan dari Indonesia ke Thailand telah berlangsung kurang lebih selama 7 tahun, terhitung sejak tahun 2017 hingga 2023, dengan frekuensi rata-rata 2 atau 3 kali setiap bulannya,” kata Eko ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Menurut Eko, total perjalanan yang dilakukan Frans untuk membawa uang tunai hasil kejahatan mencapai sekitar 168 kali.

“Jadi 168 kali berangkat dari Indonesia menuju ke Thailand dengan membawa uang cash,” ujarnya. Polri menyebut nilai uang yang dibawa dalam setiap perjalanan mencapai Rp 1 miliar.

Dalam menjalankan aksinya, Frans diduga membantu Fredy Pratama mengelola keuangan hasil bisnis narkoba melalui sejumlah modus.

- Advertisement -

Salah satunya menggunakan jaringan money changer ilegal yang beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, uang hasil kejahatan yang semula dalam bentuk rupiah ditukarkan ke pecahan 1.000 dollar Singapura melalui sejumlah money changer di Indonesia sebelum dibawa ke Thailand.

“Dia membantu menukarkan uang dalam bentuk rupiah diubah ke dalam pecahan 1.000 dollar Singapura di sejumlah money changer yang tersebar di Indonesia, di mana uang tersebut kemudian dibawa Frans Antoni menuju Thailand,” kata Eko.

Tak hanya itu, kelompok Frans juga memanfaatkan aset kripto untuk mempermudah pemindahan dana lintas negara. Eko bilang, Frans memiliki peran penting dalam sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama.

Ia disebut sebagai pengendali keuangan, pengendali lapangan, sekaligus pengendali operasional jaringan tersebut. Selain mengurus aliran dana, Frans juga diduga membantu peredaran narkoba jaringan Fredy Pratama di Indonesia. Narkoba itu diduga masuk dari Malaysia dan Thailand melalui jalur laut, darat, maupun jalur ilegal lainnya.

Polri memperkirakan sindikat tersebut mampu menyelundupkan narkotika sebanyak 100 hingga 500 kilogram setiap bulan. Polri menyebut Frans Antoni telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2023. Selama pelariannya, dia berpindah-pindah tempat di Thailand.

Menurut Eko, Frans sempat tinggal di kawasan Phatthanakan, Bangkok, sebelum menetap hampir dua tahun di daerah Narasiri, Bangkok, yang dikenal sebagai kawasan elite. Dalam pelariannya, ia dibantu oleh sejumlah orang suruhan jaringan Fredy Pratama yang merupakan warga negara Thailand.

“Frans Antoni dibantu oleh orang-orang suruhan dari jaringan Fredy Pratama yang merupakan warga negara Thailand,” kata Eko.


Ditangkap di Malaysia

Setelah meninggalkan Thailand, Frans masuk ke Malaysia secara ilegal dengan bantuan orang-orang jaringan Fredy Pratama.

Tim gabungan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri kemudian berhasil menangkapnya di Kuala Lumpur pada Kamis (18/6/2026). Ia lalu dibawa ke Indonesia pada keesokan harinya.

Istri ikut mendampingi pelarian

Polri juga mengungkap bahwa istri Frans, Petra Niasi selama ini mendampingi pelariannya.

Perempuan tersebut turut berada bersama Frans ketika ditangkap. Penyidik ikut memeriksa Petra untuk mendalami kemungkinan keterkaitannya dengan jaringan Fredy Pratama.

Pemeriksaan tersebut juga diharapkan dapat membantu mengungkap lebih jauh struktur dan aliran dana sindikat narkoba internasional tersebut.

“Istrinya selama ini mendampingi pelariannya dia. (Iya namanya Petra Niasi). Belum (ditetapkan tersangka). Pasti akan kami periksa,” ungkap Eko.

Memburu Fredy Pratama

Penangkapan Frans Antoni menjadi bagian dari upaya Polri memburu Fredy Pratama, yang hingga kini masih berstatus buronan internasional.

Diketahui, Fredy Pratama telah meninggalkan Indonesia sejak 2014 dan diduga mengendalikan bisnis narkotikanya dari sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Thailand.

Meski keberadaan Fredy belum diketahui, Polri terus memburu dan membongkar jaringan yang diduga dikendalikan olehnya, termasuk menangkap sejumlah orang yang berperan dalam distribusi narkotika maupun pengelolaan keuangan jaringan tersebut.

(RD/KPS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini