KNews.id – Jakarta – Wudhu merupakan salah satu ibadah bersuci yang dilakukan sebelum salat. Selain menjadi syarat sah salat, wudhu juga disebut memiliki keutamaan yang besar.
Berdasarkan buku Seri Fikih Kehidupan karya Ahmad Sarwat, wudhu merupakan ibadah bersuci dari hadats kecil dengan menggunakan air. Caranya dilakukan dengan membasuh dan mengusap bagian tubuh tertentu, disertai niat dalam hati untuk beribadah kepada Allah SWT.
Wudhu telah disyariatkan sejak awal turunnya Islam, bersamaan dengan kewajiban salat di Makkah, bahkan ada pendapat yang menyebut sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj.
Dasar Hukum Wudhu dalam Al-Qur’an dan Hadits
Kewajiban wudhu bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah Nabi, serta ijma ulama. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 6,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ
Arab latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka’bain(i).
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”
Selain itu, terdapat hadits yang menjadi dasar pentingnya wudhu:
Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:
“Tidak ada salat kecuali dengan wudhu. Dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ
Benarkah Wudhu Menghapus Dosa?
Dalam buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Bersuci dan Shalat Wajib karya Syamsul Rijal Hamid, dijelaskan bahwa wudhu yang dilakukan dengan sempurna dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila seorang muslim hendak melaksanakan salat wajib, lalu ia berwudhu dengan sempurna dan menunaikan salat dengan khusyuk, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya yang telah lalu selama ia tidak melakukan dosa besar. Hal ini berlaku sepanjang masa.” (HR Muslim, dari Utsman bin Affan RA)
Hadits ini menjelaskan bahwa kesempurnaan wudhu yang disertai salat khusyuk menjadi salah satu sebab dihapusnya dosa-dosa kecil, dengan catatan tidak disertai dosa besar.
Keutamaan wudhu juga terlihat dari amalan setelahnya, yaitu membaca doa setelah wudhu.
Dari Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila seseorang di antara kalian menyempurnakan wudhu, kemudian mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga, dan ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (HR lima imam hadits kecuali Bukhari)





