spot_img

Puasa Muharram 1448 H: Niat, Tata Cara, dan Keutamaan yang Perlu Diketahui

KNews.id – Jakarta – Pada bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah. Dalam sabdanya, Rasulullah SAW menyebut puasa sunnah Muharram sebagai puasa sunnah terbaik setelah puasa Ramadan.

Puasa Muharram adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharram. Puasa ini dapat dilakukan pada sebagian hari di bulan Muharram, seperti puasa sunnah Senin Kamis, Ayyamul Bidh atau puasa Daud.

- Advertisement -

Di antara puasa yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Keutamaan Bulan Muharram

Muharram termasuk salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 36,

- Advertisement -

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu.”

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa Muharram termasuk bulan yang disucikan. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun ada dua belas bulan, darinya ada empat bulan haram, tiga di antaranya adalah Dzulkaidah, Dzulhijjah dan Muharram, sedangkan Rajab adalah bulan Mudhar yang di antaranya terdapat Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim)

Niat Puasa Muharram

Mengutip Buku Praktis Ibadah karya Irwan dkk., berikut bacaan niat puasa sunnah Muharram 1-10:

1. Niat Puasa Muharram (1-8)
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’ala.

- Advertisement -

Artinya: “Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil tasu’a lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu’a esok hari karena Allah Ta’ala.”

3. Niat puasa Asyura (10 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Puasa Muharram

Pada dasarnya, tata cara puasa Muharram sama seperti puasa sunnah lainnya.

1. Berniat
Niat dilakukan karena Allah SWT. Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan pada malam hari maupun setelah terbit fajar selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

2. Makan Sahur
Meskipun hukumnya sunnah, sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda, “Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Mulai terbit fajar hingga terbenam matahari, seorang muslim menahan diri dari makan dan minum dengan sengaja, melakukan hubungan suami istri dan segala hal yang membatalkan puasa.

Selain itu, dianjurkan menjaga lisan, pandangan, dan perilaku dari perbuatan dosa.

4. Berbuka Saat Matahari Terbenam
Ketika waktu Magrib tiba, puasa disunnahkan untuk segera dibatalkan. Disebutkan dalam hadits riwayat Sahl bin Sa’ad,

لا يَزَالُ النَّاسُ بِغَيْرِ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Artinya: “Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Darami, Malik, Baihaqi, Ahmad & Tirmidzi)

Keutamaan Puasa Muharram

1. Puasa Sunnah Terbaik Setelah Ramadan
Keutamaan terbesar puasa Muharram dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR Muslim)

2. Mendapatkan Pahala yang Berlipat
Karena Muharram termasuk bulan yang dimuliakan, amal saleh yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT.

3. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Khusus untuk puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

(RD/DTN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini