KNews.id – Jakarta – Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) menyeret Bupati Muara Enim periode 2025–2030, Edison. Dalam OTT tersebut, KPK berhasil menyita barang bukti senilai hampir Rp2 miliar.
Barang bukti yang diamankan dalam bentuk uang tunai dengan berbagai pecahan mata uang hingga saldo di sejumlah rekening penampungan. Temuan di lapangan, uang tersebut diduga kuat menjadi pelicin untuk memuluskan sejumlah proyek pengadaan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa penyitaan ini merupakan bagian dari operasi senyap yang dilakukan tim KPK di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan.
“Barang bukti dalam bentuk uang tunai, ada rupiah, dolar, rial, kemudian ada sejumlah rekening yang juga diamankan, di mana saldo-saldo di dalamnya total dengan uang tunai yang diamankan senilai hampir Rp 2 miliar,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
Budi menjelaskan bahwa rekening-rekening yang turut diblokir dan diamankan oleh penyidik sengaja disiapkan sebagai wadah penampungan uang suap.
Aliran dana dari pihak swasta tersebut berkaitan erat dengan sejumlah proyek pengadaan di lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim, yang salah satunya menyasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Modus Buka Tutup Rekening OB
Untuk menyamarkan jejak aliran dana haram tersebut, para pelaku rupanya menggunakan nama orang lain (nominee) dalam membuka rekening, termasuk meminjam identitas Office Boy (OB) hingga pegawai di lingkup pemkab.
“Betul, jadi memang para oknum ini menggunakan beberapa rekening nominee, kemudian menggunakan modus buka-tutup rekening. Artinya membuka rekening untuk penampungan, nanti rekening itu sudah habis, sudah didistribusikan, buka lagi dengan rekening baru, begitu,” ungkap Budi merinci siasat yang digunakan para pelaku.
Berdasarkan kecukupan alat bukti permulaan berupa uang miliaran rupiah tersebut, pimpinan KPK melalui gelar perkara atau ekspose pada Senin (8/6/2026) malam resmi menaikkan status perkara ke tahap penyidikan.
KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dari total 10 orang yang sebelumnya diamankan dalam OTT di Jakarta dan Sumatera Selatan. Keempat tersangka yang dijerat terdiri dari unsur penyelenggara negara dan pihak swasta. Selain Edison selaku Bupati Muara Enim, KPK menetapkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani.
Sementara dari pihak swasta, KPK menetapkan Adi Triadi yang merupakan keponakan bupati, serta Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi. Usai resmi menyandang status tersangka, Bupati Edison terpantau telah tiba di markas KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/6/2026) pagi sekitar pukul 08.50 WIB.
Pemindahannya ke Jakarta merupakan kelanjutan proses hukum setelah dirinya sempat menjalani pemeriksaan awal secara maraton di Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan. Saat tiba di Gedung Merah Putih, Edison tampak mengenakan kemeja biru lengan panjang, celana panjang hitam, dan sepatu lari berwarna senada.
Dengan wajah tertutup masker medis putih, ia memilih bungkam menembus kerumunan awak media dan langsung diarahkan ke ruang penyidik. Terkait pengembangan kasus, termasuk potensi adanya pemberian gratifikasi dalam bentuk barang, lembaga antirasuah memastikan akan terus melakukan pendalaman.
“Nanti kami akan sampaikan secara lengkap bagaimana konstruksi perkara ini, pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, yang kemudian dilakukan penahanan. Kami akan sampaikan secara utuh dalam konferensi pers sore ini,” kata Budi.
Identitas 4 Tersangka KPK
KPK resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan. Satu dari empat tersangka tersebut dipastikan adalah Bupati Muara Enim periode 2025–2030, Edison.
Keempat tersangka yang dijerat oleh lembaga antirasuah ini terdiri dari unsur penyelenggara negara dan pihak swasta. Selain Edison selaku Bupati Muara Enim, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani. Sementara itu, dari pihak swasta yang turut ditetapkan sebagai tersangka adalah Adi Triadi yang diketahui merupakan keponakan bupati, serta Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penetapan keempat tersangka ini merupakan hasil dari gelar perkara atau ekspose yang diputuskan oleh pimpinan pada Senin (8/6/2026) malam. Dalam rangkaian operasi senyap tersebut, tim penyidik mengamankan total 10 orang yang terbagi rata, yakni lima orang diamankan di wilayah Jakarta dan lima orang lainnya di wilayah Sumatera Selatan.
“Bahwa tadi malam sudah dilakukan ekspose dan pimpinan sudah memutuskan terkait dengan penyelidikan tertutup di wilayah Sumatera Selatan berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang sudah diperoleh dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, kemudian diputuskan untuk naik ke tahap penyidikan,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
Selain mengamankan para terduga pelaku, tim penyidik KPK juga berhasil menyita barang bukti yang diduga kuat merupakan pelicin untuk memuluskan proyek pengadaan di lingkup Pemkab Muara Enim, khususnya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta dugaan penerimaan gratifikasi lainnya.
“Selain itu tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang dalam bentuk tunai rupiah, dolar, kemudian riyal, dan juga ada sejumlah saldo dalam rekening,” ungkap Budi.
Budi merinci lebih lanjut bahwa sejumlah rekening tersebut diduga sengaja digunakan sebagai penampungan aliran dana suap dari para pihak swasta kepada oknum di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
KPK Blokir Rekening
Oleh karena itu, KPK langsung memblokir dan mengamankan saldo di dalam rekening-rekening tersebut. Total barang bukti yang diamankan oleh tim penyidik dalam rangkaian OTT ini bernilai hampir mencapai Rp 2 miliar. Usai terjaring OTT dan resmi menyandang status tersangka, Bupati Edison terpantau telah tiba di markas KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/6/2026) pagi sekitar pukul 08.50 WIB.
Kehadirannya merupakan kelanjutan dari proses hukum usai dirinya sempat menjalani pemeriksaan awal secara maraton di Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan pada Minggu malam. Edison tampak mengenakan kemeja kelir biru lengan panjang yang dipadukan dengan celana panjang hitam serta sepatu lari berwarna hitam.
Dengan wajah yang ditutupi oleh masker medis putih, ia berjalan menembus kerumunan awak media tanpa berucap sepatah kata pun dan langsung diarahkan ke ruang penyidik untuk menjalani pemeriksaan secara intensif. Rencananya, KPK akan membeberkan secara detail bagaimana konstruksi perkara ini dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini.





