spot_img

Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif,  Dorong Bale Untuk Permudah  Transaksi

KNews.id – Bali, 8 Juni 2026 –  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mempercepat transformasi bisnis menuju beyond mortgage dengan memperluas layanan keuangan digital ke berbagai sektor potensial, termasuk industri pariwisata di Bali.

Sebagai salah satu destinasi wisata terbesar dunia, Bali menjadi wilayah strategis bagi BTN untuk mengembangkan ekosistem transaksi digital melalui aplikasi balé by BTN. Penguatan tersebut dilakukan melalui berbagai kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata, mulai dari kawasan wisata, pelabuhan wisata, desa wisata, hingga merchant lokal.

- Advertisement -

Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Bagus Hendri Setiawan mengatakan, transformasi menuju beyond mortgage menjadi langkah BTN untuk memperluas peran perseroan dari bank pembiayaan perumahan menjadi mitra finansial yang hadir dalam setiap fase kehidupan masyarakat.

- Advertisement -

“Di Bali, transformasi beyond mortgage kami perluas hingga ke ekosistem pariwisata. Melalui balé by BTN, kami hadir menemani aktivitas masyarakat dan wisatawan, mulai dari transaksi pembayaran, kebutuhan perjalanan, hingga mendukung pelaku usaha lokal agar semakin nyaman dan mudah bertransaksi,” ujar Bagus di Bali, Senin (8/6).

Adapun, penerimaan masyarakat terhadap layanan digital BTN terus meningkat. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna balé by BTN di Bali mencapai 41 ribu pengguna atau tumbuh 59% secara tahunan (year-on-year/yoy). Jumlah transaksi finansial balé by BTN juga meningkat 76% yoy menjadi 111,2 ribu transaksi. Kinerja jumlah transaksi tersebut jauh di atas rata-rata industri secara nasional. Bank Indonesia dalam Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan mencatat, volume transaksi menggunakan mobile banking secara nasional tumbuh 26,7% yoy per Maret 2026.

Dari sisi merchant, jumlah balé merchant di Bali melonjak 110% yoy menjadi 4,2 ribu merchant. Dengan transaksi balé merchant melesat 205% yoy dan nilai transaksi naik 98% yoy. Catatan positif tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku usaha lokal yang memanfaatkan solusi pembayaran digital BTN dalam menjalankan aktivitas bisnis.

Bagus menjelaskan, kinerja positif balé tersebut didukung langkah kerja sama strategis BTN di berbagai pusat aktivitas wisata. Salah satunya dengan mendorong penggunaan tabungan BTN dan balé by BTN sebagai solusi transaksi yang mudah, aman, dan terintegrasi di kawasan pelabuhan wisata yang menjadi pintu mobilitas wisatawan. BTN juga menggandeng destinasi unggulan seperti Desa Penglipuran untuk memperkuat ekosistem pariwisata berbasis digital.

“Kami melihat pariwisata Bali memiliki rantai ekonomi yang sangat besar. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder pariwisata Bali. Dengan ekosistem yang kuat, BTN optimistis dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali, sekaligus memenuhi kebutuhan layanan finansial masyarakat Bali,” kata Bagus.

- Advertisement -

Di sisi lain, Bagus juga menegaskan penguatan ekosistem transaksi tersebut tidak meninggalkan DNA utama BTN sebagai bank perumahan. Menurutnya, transformasi beyond mortgage justru dilakukan dengan memperkuat bisnis inti perumahan sekaligus memperluas ekosistem pendukung sektor properti dan ekonomi daerah.

“BTN tetap menjadi mitra utama masyarakat Bali dalam mewujudkan kepemilikan hunian. Namun, hubungan kami dengan nasabah tidak berhenti ketika akad KPR [Kredit Pemilikan Rumah] selesai. Melalui beyond mortgage, BTN ingin hadir lebih luas, mulai dari pembiayaan perumahan, dukungan kepada pelaku usaha sektor perumahan, hingga transaksi finansial harian masyarakat,” ujar Bagus.

Hingga Maret 2026, penyaluran KPR Subsidi BTN di Bali terus menunjukkan tren positif dengan outstanding mencapai Rp1,64 triliun atau tumbuh 3,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara akumulatif, BTN telah menyalurkan KPR Subsidi sebanyak 13.244 unit di Bali dan menjadi salah satu kontributor utama dalam mendukung akses kepemilikan rumah bagi masyarakat di Pulau Dewata.

Tidak hanya dari sisi permintaan rumah, BTN juga memperkuat sisi penyediaan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) yang menyasar ekosistem sektor perumahan mulai dari pengembang, penyedia jasa konstruksi, pedagang bahan bangunan, hingga UMKM yang membutuhkan dukungan pembiayaan hunian produktif.

Hingga Maret 2026, BTN telah menyalurkan KPP di Bali sebesar Rp53,6 miliar. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan BTN terhadap percepatan penyediaan rumah sekaligus menggerakkan rantai ekonomi sektor perumahan di daerah.

“Ekosistem perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas. Karena itu BTN tidak hanya hadir ketika masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung seluruh rantai nilainya. Di Bali, penguatan ekosistem perumahan ini berjalan berdampingan dengan perluasan layanan digital melalui balé by BTN dan kerja sama di sektor pariwisata,” kata Bagus.

(FHD/BTN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini