KNews.id – Jakarta – Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini mulai dipakai untuk pekerjaan yang selama ini identik dilakukan manusia, termasuk menjadi penagih utang atau debt collector.
Dalam laporan Wired terbaru terungkap, sejumlah perusahaan penagihan utang di Amerika Serikat (AS) mulai menggunakan agen AI berbentuk chatbot suara untuk menelepon nasabah yang memiliki tunggakan pembayaran.
Wired menyebut bot AI ini mampu melakukan percakapan layaknya manusia, menagih pembayaran, hingga menawarkan metode pelunasan utang secara otomatis.
Salah satu contoh yang diangkat dalam laporan di atas adalah bot AI bernama “Eve”. Bot ini menelepon seorang pria bernama samaran Ben terkait tunggakan sewa rumah sebesar 266 dollar AS atau sekitar Rp 4,7 juta.
Padahal, Ben mengaku bahwa tagihan tersebut sebenarnya sudah ia lunasi beberapa bulan sebelumnya. Meski begitu, Eve tetap menawarkan opsi pembayaran melalui kartu maupun transfer bank.
Pada 2026 Ben kemudian mencoba “mengisengi” bot tersebut dengan percakapan aneh untuk melihat respons AI. Namun, bot itu tetap melanjutkan percakapan sebelum akhirnya mengalihkan panggilan ke petugas manusia.
Bisa menyesuaikan nada bicara Laporan Wired di atas menyebutkan bahwa bot AI debt collector ini ternyata mampu berbicara secara natural dan menyesuaikan gaya komunikasi berdasarkan kondisi lawan bicara.
Perusahaan pengembang AI bahkan sudah mengatur aksen bahasa, intonasi, hingga gaya percakapan berdasarkan profil orang yang ditelepon, supaya percakapan sesuai dengan orang yang ditelepon.
Misalnya, AI bisa menggunakan aksen bahasa Spanyol berbeda untuk pengguna di Meksiko dan Kolombia. Baca juga: Mengapa HP Android dan iPhone Wajib Restart Rutin? Yang menarik, bot AI itu juga diklaim mampu mendeteksi situasi kedukaan, seperti kebangkrutan, sakit, atau kematian anggota keluarga.
Dalam kondisi tertentu, sistem akan langsung mengalihkan percakapan ke petugas manusia, seperti yang dialami Ben di atas. Selain itu, beberapa perusahaan juga membuat “profil psikografis” pengguna berdasarkan riwayat percakapan sebelumnya.
Tujuannya agar AI dapat menyesuaikan pendekatan yang lebih personal saat menagih utang.
Dinilai lebih sopan dibanding manusia Lihat Foto Hal menarik lainnya dari bot AI yang bisa menagih utang adalah mereka dianggap lebih sopan dan lebih tenang dibanding manusia yang bertugas sebagai debt collector.
Kemudian, bot AI juga disebut tidak mudah marah, tidak gampang capek, dan dapat bekerja selama 24 jam.





