spot_img

Trump Ancam Oman Jika Bantu Iran Kuasai Selat Hormuz

KNews.id – Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donlad Trump mengancam akan “memberi pelajaran” kepada Oman jika negara itu berkolaborasi dengan Iran untuk berusaha menguasai Selat Hormuz.

Demikian disampaikan Trump ketika mendapat pertanyaan dari wartawan pada rapat kabinet di AS, Rabu (26/5) soal kemungkinan Oman membantu Iran mengendalikan selat Hormuz.

- Advertisement -

“Tidak ada yang akan mengendalikannya. Ini perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kami harus meledakkan mereka. Mereka mengerti itu. Mereka akan baik-baik saja,” kata Trump dikutip dari Aljazeera, Kamis (28/5).

Sejauh ini, Oman dikenal sebagai negara yang netral belum menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz. AS dan Oman adalah sekutu dekat yang telah terjalin lebih dari 200 tahun.

- Advertisement -

Kedua negara memiliki berbagai perjanjian kerja sama, termasuk kemitraan keamanan, perjanjian perdagangan bebas, dan kesepakatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Oman sebelumnya berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran dalam upaya mereka mencari solusi atas perang yang pecah pada 28 Februari, ketika AS dan Israel menyerang Iran.

Sejak 13 April, Angkatan Laut AS mulai memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.

Washington menegaskan bahwa kapal non-Iran bebas berlayar melalui jalur air tersebut selama mereka tidak membayar bea masuk kepada Teheran.

Sementara itu, otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, tetapi telah membahas rencana tersebut.

Pada awal Mei, Trump mengumumkan Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terblokir di Selat Hormuz dan mereka berusaha untuk keluar dari perairan tersebut.

- Advertisement -

Namun, satu hari setelah peluncuran program itu, presiden menghentikan operasi tersebut untuk melihat apakah kesepakatan dengan Iran dapat dicapai.

Pada Selasa, CENTCOM membantah laporan bahwa mereka telah melanjutkan pengawalan kapal yang berlayar melalui jalur perairan tersebut.

(NS/CNN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini