KNews.id – Jakarta – Meski Amerika Serikat merupakan sekutu terdekat Israel di Timur Tengah, bukan berarti hubungan kedua pemimpin selalu berjalan mulus.
Ada momen ketika keduanya saling ribut menyangkut kondisi Timur Tengah, seperti Presiden Donald Trump dan PM Benyamin Netanyahu yang kini tidak sejalan menyangkut perang Iran.
Ini bukan insiden pertama. Puluhan tahun lalu, Presiden Ronald Reagan juga pernah marah pada PM Israel Menachem Begin terkait invasi ke Lebanon.
Hal itu tertuang dalam buku harian Reagan, “The Reagan Diaries” yang diterbitkan Mei 2007 silam oleh HarperCollins, sebuah unit dari News Corp milik Rupert Murdoch.
Dalam catatan harian selama menjabat sebagai presiden, Reagan menuangkan sejumlah refleksi dan unek-uneknya. Terkait Israel dia pernah kaget saat diberi tahu serangan negara Zionis itu ke Irak.
“Mendapat kabar tentang pemboman Israel terhadap Irak — reaktor nuklir. Aku bersumpah aku percaya Armageddon sudah dekat,” katanya.
Armagedon merujuk pada perang akhir zaman yang dekat pada konsep kiamat. Istilah ini merujuk pada pertempuran akhir zaman antara kebaikan dan kejahatan, atau kehancuran besar akibat perang.
Reagan yakin Begin “mengambil pilihan yang salah” dan mencatat bahwa “Begin memberi tahu kita setelah kejadian itu” tetapi “kita tidak akan berbalik melawan Israel. Itu akan menjadi undangan bagi orang Arab untuk menyerang. Sudah saatnya untuk meningkatkan kewaspadaan.”
Pada tanggal 6 Februari 1982, ia mencatat bahwa “masalah sedang muncul di Timur Tengah” menjelang invasi Israel ke Lebanon selatan dan bahwa, “Saat ini Israel telah kehilangan banyak simpati dunia.”
Dia mengatakan bahwa salah satu serangan bom dan artileri yang sangat dahsyat di Beirut barat pada Agustus 1982 telah menyebabkan Raja Fahd dari Arab Saudi menelepon Gedung Putih “memohon kepada saya untuk melakukan sesuatu.”
“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya akan segera menelepon PM Begin. Dan saya melakukannya — saya marah — saya mengatakan kepadanya bahwa ini harus dihentikan atau seluruh hubungan masa depan kita akan terancam. Saya menggunakan kata holocaust dengan sengaja & mengatakan bahwa simbol perang telah menjadi gambar bayi berusia 7 bulan dengan kedua lengannya hancur.”
Holocaust awalnya digunakan untuk genosida terhadap Yahudi Eropa selama Perang Dunia II. Namun, dalam perkembangannya, justeru sering disematkan pula ke negara Israel karena suatu program pembunuhan sistematis ke warga Palestina.
Dilansir dari Reuters, Reagan menulis catatan harian dengan tangan setiap hari selama delapan tahun masa jabatannya dari tahun 1981 hingga 1989, kecuali ketika ia berada di rumah sakit setelah ditembak pada tanggal 30 Maret 1981, di mana ia menulis, “Ditembak itu menyakitkan.”
Ronald Wilson Reagan nama lengkapnya, adalah aktor Amerika sebelum terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-40 dari tahun 1981 hingga 1989.
Ia adalah anggota Partai Republik dan menjadi tokoh penting dalam gerakan konservatif Amerika. Masa kepresidenannya dikenal sebagai era Reagan.




