spot_img

Jadwal Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah 2026 Lengkap dengan Niatnya

KNews.id – Jakarta – Pemerintah resmi menetapkan Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Ketetapan ini mengacu pada hasil sidang isbat awal Zulhijah 1447 H. Idul Adha berlangsung setiap 10 Zulhijah. Sebelum momen tersebut, muslim dianjurkan untuk puasa sunnah yaitu puasa Zulhijah, Tarwiyah dan Arafah.

“Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk dipakai beribadah lebih dari sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan salat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan salat pada malam Lailatulqadar.” (HR Tirmidzi)

- Advertisement -

Selain itu, dari Hafshah RA, ia berkata, “Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Zulhijah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Ahmad dan An Nasa’i)

Menurut penjelasan dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW karya Abduh Zulfidar Akaha, puasa sepuluh hari bulan Zulhijjah yang dimaksud adalah puasa sunnah pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Termasuk puasa Arafah pada 9 Zulhijah, tetapi di luar hari Idul Adha pada 10 Zulhijah.

- Advertisement -

Banyak muslim melakukan puasa selama dua hari menjelang Idul Adha, yakni puasa Tarwiyah (8 Zulhijah) dan puasa Arafah (9 Zulhijah). Mengenai puasa Tarwiyah, detikHikmah tidak menemukan tuntunan dalil secara tersurat yang menjelaskan puasa Tarwiyah secara khusus.

Jadwal Puasa Zulhijah, Tarwiyah dan Arafah
Puasa Zulhijah bisa dilakukan sejak 1 Zulhijah. Berikut jadwal lengkapnya sebagaimana mengacu pada hasil sidang isbat awal Zulhijah yang diselenggarakan oleh Kemenag RI.

1 Zulhijah 1447 H / Senin, 18 Mei 2026: Puasa Zulhijah
2 Zulhijah 1447 H / Selasa, 19 Mei 2026: Puasa Zulhijah
3 Zulhijah 1447 H / Rabu, 20 Mei 2026: Puasa Zulhijah
4 Zulhijah 1447 H / Kamis, 21 Mei 2026: Puasa Zulhijah
5 Zulhijah 1447 H / Jumat, 22 Mei 2026: Puasa Zulhijah
6 Zulhijah 1447 H / Sabtu, 23 Mei 2026: Puasa Zulhijah
7 Zulhijah 1447 H / Minggu, 24 Mei 2026: Puasa Zulhijah
8 Zulhijah 1447 H / Senin, 25 Mei 2026: Puasa Tarwiyah
9 Zulhijah 1447 H / Selasa, 26 Mei 2026: Puasa Arafah
Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah dan Arafah
Berikut bacaan niat puasa Zulhijah, Tarwiyah dan Arafah yang dinukil dari Buku Pintar Agama Islam susunan Abu Aunillah Al Baijury.

1. Niat Puasa 1-7 Zulhijah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta’ala.”

- Advertisement -

2. Niat Puasa Tarwiyah 8 Zulhijah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya:”Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Taala.”

3. Niat Puasa Arafah 9 Zulhijah
نويْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةَ اللَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘Arafata sunnata Allahi taala.

Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Bolehkah Puasa Sunnah Setelah 10 Zulhijah?
Dikutip dari buku Di Balik 7 Hari Besar Islam susunan Muhammad Sholikhin, 10 Zulhijah bertepatan dengan momen Idul Adha sehingga muslim dilarang berpuasa. Ini dikarenakan Idul Adha jadi salah satu hari raya besar Islam yang ditandai dengan menu khusus makanannya.

Jika muslim berpuasa pada 10 Zulhijah, maka ia akan mendapat dosa. Selain 10 Zulhijah, larangan puasa juga berlaku untuk tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah karena merupakan hari Tasyrik.

Hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum dan menyebut (mengingat Allah SWT). Hari Tasyrik berlangsung setelah Idul Adha.

Rasulullah SAW bersabda, “Hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum dan berzikir kepada Allah SWT.” (HR Muslim)

Dari Amr ibn ‘Ash, dia meriwayatkan, “Bahwa hari-hari Tasyrik itu merupakan hari ketika Rasulullah memerintahkan kita untuk berbuka dan melarang kita puasa.”

Wallahu a’lam.

(NS/DTK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini