KNews.id – Jakarta – Media yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mendesak Teheran untuk mengenakan biaya pada kabel optik bawah laut yang melewati Selat Hormuz. Dengan tujuan, peran jalur air tersebut dalam infrastruktur digital global dapat menghasilkan miliaran dolar dan memberi Iran titik tekanan baru terhadap Barat.
Dikutip dari Euronews, Jumat (15/5/2026), kantor berita Tasnim, yang berafiliasi dengan IRGC, mengusulkan biaya transit kepada konsorsium internasional yang memiliki dan mengoperasikan kabel tersebut. Termasuk menawarkan layanan pemeliharaan dan mewajibkan perusahaan, termasuk Google, Meta, Microsoft, dan Amazon, untuk beroperasi di bawah peraturan Iran.
Perkiraan pendapatan mencapai Rp 263 T
Mostafa Taheri, anggota Komisi Industri parlemen Iran, memperkirakan potensi pendapatan dari biaya transit mencapai hingga 15 miliar dollar AS (Rp 263 triliun).
Lebih jauh, Tasnim dan kantor berita Fars menyatakan bahwa Iran dapat memantau lalu lintas data yang mengalir melalui kabel-kabel tersebut.
Untuk diketahui, kabel tersebut adalah infrastruktur yang membawa layanan cloud, sistem pengiriman pesan keuangan termasuk SWIFT, dan sebagian besar lalu lintas internet global.
Tasnim mengeklaim setidaknya tujuh kabel komunikasi utama yang melayani negara-negara Teluk melewati selat tersebut, yang menghubungkan pusat data di seluruh Asia, Eropa, dan Timur Tengah.
Dasar hukum untuk usulan tersebut lemah
Media Iran tersebut mengutip Konvensi PBB tentang Hukum Laut, dengan alasan bahwa geografi selat yang sempit menempatkan dasar lautnya berada di bawah yurisdiksi Iran dan Oman.
Namun, UNCLOS (Konvensi PBB tentang Hukum Laut) memuat prinsip jalur transit yang melindungi kelancaran navigasi dan komunikasi internasional.
Iran sendiri telah menandatangani konvensi UNCLOS tersebut, tetapi belum pernah meratifikasinya.
Kabel bawah laut dimiliki oleh konsorsium internasional, dan setiap upaya untuk mengenakan biaya atau memantau kabel tersebut akan menghadapi perlawanan hukum dan politik internasional secara langsung.
Iran akan pungut tarif kapal di Selat Hormuz
Sebelumnya, Iran dikabarkan telah membentuk sebuah badan untuk memberikan izin transit melalui Selat Hormuz dan memungut biaya tol dari kapal-kapal yang melintas.
“Otoritas Selat Teluk Persia telah memberlakukan kerangka kerja baru yang mewajibkan kapal-kapal untuk memperoleh izin transit dan membayar tol sebelum berlayar,” tulis jurnal pelayaran Lloyd’s List dilansir AFP, Jumat (8/5/2026).
Kapal-kapal juga harus memberikan informasi jelas terkait kepemilikan hingga rute perjalanannya.
“Kapal diharuskan untuk menyerahkan catatan rinci tentang kepemilikan, asuransi, detail awak kapal, dan rute transit yang direncanakan”, mengutip formulir yang dikirim oleh otoritas tersebut.
Selain itu, para anggota parlemen Iran dikabarkan tengah menyusun rancangan undang-undang untuk melegalkan pengelolaan Selat Hormuz oleh Teheran.
Dengan klausul yang mencakup larangan bagi kapal-kapal dari “negara-negara musuh” untuk melintas, menurut laporan Reuters, Minggu.




