KNews.id – Jakarta – Iran menuduh Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam berperan aktif membantu perang Amerika Serikat dan Israel melawan Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyinggung pertemuan “rahasia” Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di UEA yang diungkap Tel Aviv, namun dibantah Abu Dhabi. Ia menilai UEA terlibat langsung dalam agresi AS-Israel ke Iran.
“UEA adalah mitra aktif dalam agresi ini, dan tidak ada keraguan mengenai hal itu. Saya harus mengatakan bahwa UEA terlibat langsung dalam tindakan agresi terhadap negara saya. Ketika agresi ini dimulai, mereka bahkan menolak untuk mengecamnya,” kata Araghchi dalam unggahan di Telegram saat menghadiri KTT BRICS di India, Kamis (14/5).
“Selain itu, menjadi jelas bahwa mereka ikut berpartisipasi dalam serangan-serangan tersebut dan bahkan mungkin bertindak langsung melawan kami,” ujar Araghchi menambahkan seperti dikutip AFP.
Dalam pernyataan yang kemudian dimuat kantor berita pemerintah IRNA, Araghchi juga mengatakan dirinya “menasihati perwakilan UEA bahwa rezim Zionis (Israel) dan Amerika tidak dapat menjamin keamanan mereka.”
Ia juga menekankan bahwa Abu Dhabi telah “melihat konsekuensi dari keberadaan pangkalan militer Amerika” di wilayahnya yaitu menjadi target serangan balasan Iran terhadap AS.
“Kami dan Uni Emirat Arab adalah tetangga. Kami hidup berdampingan di masa lalu dan harus terus hidup berdampingan di masa depan. Karena itu, kami harus mengubah cara pandang dan memahami keamanan sebagai kerja sama bersama, bukan kerja sama dengan negara-negara asing,” katanya.
Hubungan Iran dan UEA memang telah lama diwarnai ketegangan, namun situasi semakin memanas sejak 28 Februari ketika serangan AS-Israel memicu serangan balasan Iran terhadap Israel.
Iran melancarkan rentetan serangan balasan ke situs-situs militer AS di negara-negara Arab, termasuk UEA. Iran berulang kali menuduh negara-negara Arab mengizinkan pasukan AS melancarkan serangan dari wilayah mereka.
Di sisi lain, negara-negara Arab berkali-kali membantah tuduhan tersebut dan bahkan menegaskan sebelum pecah pecah bahwa mereka tidak akan membiarkan wilayah maupun wilayah udaranya digunakan untuk menyerang Iran.




