spot_img

Jangan Putus Asa, Sholat Tak Khusyuk Tetap Punya Nilai di Hadapan Allah

KNews.id – Jakarta – Pernahkah merasa bersalah karena sholat masih sering terganggu pikiran duniawi?

Pengasuh Pesantren Alquran LP3iA Rembang Jawa Tengah, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha memberikan sudut pandang yang membesarkan hati.

- Advertisement -

Menurutnya, sekadar melangkahkan kaki memenuhi panggilan Tuhan saat adzan berkumandang sudah merupakan poin kebaikan tersendiri, sebuah bentuk kepatuhan hamba yang enggan berpaling dari Penciptanya meski belum sempurna dalam kekhusyukan.

Jika ada orang yang sering sholat tapi tidak khusyuk, Gus Baha menjelaskan bahwa khusyu itu maknanya takut, takut itu ada kelasnya atau tingkatannya. Gus Baha menganalogikan panggilan sholat dengan panggilan ayah ke anaknya.

- Advertisement -

“Misalnya saya dipanggil bapak saya, Baha ke sini, sekadar datang ke tempat bapak memanggil itu meskipun tidak niat nurut ke bapak, sekadar datang tapi tidak niat nurut ke bapak, itu sudah satu poin tertentu,” kata Gus Baha, dikutip dari potongan video kajian Gus Baha, Senin (27/4/2026).

Gus Baha menerangkan, dipanggil bapak terus menghadap ke bapak, itu sudah bagus. Meskipun dalam hati mengatakan tidak mau menuruti perintah bapak. Tapi datang memenuhi panggilan bapak itu sudah poin tersendiri.

Daripada misalnya dipanggil bapak, tapi malah lari menjauh dan membelakangi sehingga sikap terburuk dari seorang hamba itu, saat dipanggil untuk mendekat, tapi malah menjauh.

“Jadi kalau Anda sholat tapi masih sering salah, dan saya yakin semua orang juga begitu, kalau bukan nabi dan wali itu (sulit khusyuk), itu adalah kesalahan-kesalahan yang tidak fatal-fatal banget, karena ada kebaikan yang Anda lakukan yaitu ketika Anda dipanggil, Anda mengiyakan dengan menghadap itu sudah bagus,” jelas Gus Baha.

Gus Baha menambahkan, setelah dipanggil dan menghadap. Kemudian saat diperintah tapi tidak dikerjakan, itu satu kesalahan yang tidak mengganggu poin pertama tadi yakni saat anda nurut menghadap karena dipanggil.

Sehingga banyak cerita di hadis-hadis, ada sahabat Nabi Muhammad SAW yang zaman itu tidak terlalu sholeh. Diminta sholat tapi tidak bisa meninggalkan perbuatan mungkar lainnya.

- Advertisement -

“Tapi komentarnya Nabi Muhammad SAW kepada sahabat itu, nanti kalau sering sholat, lama-lama tidak melakukan itu (perbuatan kemungkaran),” ujar Gus Baha.

Menurut Gus Baha, menyuruh manusia harus menjadi baik saat sekarang juga itu keliru. Bisa saja setia sholat, sudah ditulis Allah bahwa orang yang sholat itu nantinya mati dalam keadaan baik.

Misalnya bisa saja setelah sholat Ashar, sebelum melakukan maksiat tapi sudah mati. Setelah sholat Isya, sebelum melakukan maksiat tapi sudah mati.

“Jadi berkahnya sholat itu ada waktu yang potensi ya, potensi sholat itu akhir kenangan kita, sholat itu identitas kita, sholat itu status kita,” ujar Gus Baha.

Menurut Gus Baha, sholat itu pakai niat, niat itu komitmen. Sementara kalau Anda melakukan maksiat, itu tidak pakai niat. Misalnya saat naik bus, bertemu wanita cantik kemudian mata jadi jelalatan, itu tidak niat akan jelalatan di bus. Tapi kalau datang ke masjid, itu niatnya akan sholat.

“Semoga semua maksiat kita ini tidak jadi status, tapi kepeleset, tapi ketika taat (sholat) itu status dan hakikat kita, orang Islam itu orang yang ketika ibadah itu identitasnya, dia berharap rahmat Allah,” ujarnya.

Gus Baha menambahkan, tapi ketika dia berbuat salah, misalnya dia berangkat ke kantor dengan tidak niat korupsi. Tapi niatnya ingin memperbaiki negara ini. Tapi karena manusia, kemudian terpeleset melakukan korupsi.

“Semoga semua kesalahan kita ini kepeleset, tidak mental jahat, dan semua kebaikan kita ini mental baik yaitu kebaikan yang jadi tempat kita, identitas kita, hakikat kita,” jelasnya.

Gus Baha menegaskan, jangan pernah berpikir apa artinya sholat kalau masih melakukan kemungkaran, itu salah besar.

Sholat itu wajib, dengan Anda sholat itu sudah mengurangi kemungkaran anda. Karena anda tidak melawan ketentuan Allah Ta’ala. Orang mau sholat artinya dia sudah mengakui dirinya hamba Allah, kalau berbuat salah ya salah saja.

(RD/RPK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini