KNews.id – Jakarta – Bank of America telah mencapai kesepakatan penyelesaian sebesar USD 72,5 juta atau Rp 1,23 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.980) dalam gugatan yang diajukan atas nama korban Jeffrey Epstein yang menuding bank itu memfasilitasi operasi perdagangan seks-nya.
Mengutip BBC, ditulis Minggu (29/3/2026), gugatan class-action yang diajukan pada Oktober oleh seorang wanita asal Florida. Ia menuturkan, dilecehkan oleh Epstein setidaknya 100 kali antara 2011 dan 2019. Selain itu memiliki dua rekening di Bank of America atas arahan tim bisnis-nya.
Gugatan itu menuduh bank tersebut memiliki banyak informasi mengenai operasi perdagangan seks Epstein tetapi memilih keuntungan daripada melindungi korban.
Dalam dokumen pengadilan, Bank of America mengatakan, penyelesaian itu tidak mengakui tanggung jawab atau kesalahan di pihaknya.
Kesepakatan penyelesaian tersebut dicapai awal bulan ini, tetapi detail kesepakatan tersebut belum diungkapkan hingga dokumen diajukan pada hari Jumat di pengadilan federal di New York. Dokumen tersebut sekarang menunggu persetujuan hakim.
Pengacara korban, Sigrid McCawley menuturkan kepada BBC, dalam sebuah pernyataan awal bulan ini kalau penyelesaian tersebut adalah satu langkah lagi menuju keadilan yang sangat pantas diterima.
Ini menandai penyelesaian ketiga oleh bank besar, setelah JP Morgan Chase dan Deutsche Bank setuju untuk membayar masing-masing $290 juta dan $75 juta.
Gugatan tersebut, yang diajukan atas nama seorang “Jane Doe”, mengutip catatan “perilaku perbankan yang sangat mengkhawatirkan dan tidak menentu” di rekening Bank of America miliknya sendiri, yang digunakan oleh tim Epstein.
Ia mengatakan bertemu Epstein di Rusia pada 2011, dan dikendalikan serta dilecehkan secara seksual olehnya hingga kematiannya di penjara pada Agustus 2019. Kematian pengusaha tersebut dinyatakan sebagai bunuh diri, dan Jane Doe menyebutnya sebagai “pelarian terakhirnya”.
Gugatan tersebut juga menunjuk pada lebih dari USD 150 juta atau Rp 2,54 triliun yang dibayarkan kepada Epstein oleh miliarder Leon Black, salah satu pendiri Apollo Global, untuk “dugaan ‘nasihat perencanaan pajak dan warisan'”, melalui rekening Bank of America milik Black.
Bank of America Sempat Minta Pengadilan Tolak Gugatan
Black, yang mengundurkan diri dari Apollo di tengah pengawasan atas hubungannya dengan Epstein, telah membantah melakukan kesalahan. Ia diinterogasi sebagai bagian dari kasus tersebut minggu lalu.
Bank of America sebelumnya mendesak pengadilan untuk menolak gugatan tersebut, dengan mengatakan mereka telah memberikan layanan rutin kepada orang-orang yang pada saat itu tidak memiliki hubungan yang diketahui dengan Epstein, menyebut pengaduan tersebut “tidak berdasar dan tidak beralasan”.
“Meskipun kami tetap berpegang pada pernyataan kami sebelumnya yang dibuat dalam pengajuan dalam kasus ini, termasuk bahwa Bank of America tidak memfasilitasi kejahatan perdagangan seks, resolusi ini memungkinkan kami untuk menyelesaikan masalah ini dan memberikan penutupan lebih lanjut bagi para penggugat,” kata Bank of America kepada BBC dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.
Miliarder Tom Pritzker Mundur sebagai Chairman Hyatt Imbas Skandal Epstein
Sebelumnya, Miliarder Tom Pritzker mengumumkan pada Senin, 16 Februari 2026 akan pensiun sebagai Executive Chairman Hyatt Hotels. Hal ini setelah hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein terungkap dalam rilis terbaru oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS).
Mengutip CNN, Selasa (17/2/2026), Pritzker yang telah menjabat sebagai Executive Chairman sejak 2004 juga mengatakan tidak akan mencalonkan kembali sebagai anggota dewan perusahaan.
“Kepemimpinan yang baik juga berarti melindungi Hyatt, khususnya dalam konteks hubungan saya dengan Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell yang sangat saya sesali,” ujar Pritzker, pewaris kekayaan Hyatt.
“Saya melakukan kesalahan besar dengan tetap berhubungan dengan mereka, dan tidak ada alasan untuk tidak menjauhkan diri lebih cepat,” ia menambahkan.
Pritzker adalah tokoh berpengaruh terbaru yang menghadapi dampak setelah rilis berkas yang menunjukkan kedalaman jaringan elit bisnis dan budaya Epstein. Berkas yang dirilis menunjukkan Pritzker berulang kali berhubungan dengan Epstein, bahkan setelah kesepakatan pembelaan kontroversial Epstein pada 2008 atas kasus penyediaan anak di bawah umur untuk prostitusi.
Tokoh Global Lainnya
Sebagai contoh, ekonom Larry Summers sebelumnya dilarang seumur hidup dari American Economic Association karena hubungannya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual tersebut. Sultan Ahmed bin Sulayem, kepala DP World, operator pelabuhan terbesar di dunia, juga digantikan karena persahabatannya yang intim dengan Epstein.
Tokoh-tokoh global lainnya juga menghadapi kecaman dan berbagai konsekuensi atas hubungan mereka dengan Epstein.
Dalam salah satu contoh kontak antara Pritzker dan Epstein pada 2018, Epstein meminta bantuan Pritzker untuk memesan kamar bagi seorang wanita yang bepergian melalui Asia yang dilaporkan sebagai pacarnya.
Dewan direksi Hyatt menunjuk Mark Hoplamazian, presiden dan CEO Hyatt, untuk menggantikan Pritzker sebagai ketua dewan direksi, yang akan berlaku efektif segera.
CNN telah menghubungi Pritzker Organization, yang mengelola kekayaan dan investasi keluarga, dan di mana Pritzker saat ini terdaftar sebagai ketua eksekutif.




