KNews.id – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi menyeluruh di sektor pendidikan, mencakup perbaikan infrastruktur sekolah hingga digitalisasi pembelajaran di seluruh Indonesia.
Prabowo menyampaikan pemerintah mempercepat program renovasi sekolah dengan target 300.000 unit dalam lima tahun ke depan.
“Saya sedang melaksanakan perbaikan fisik sekolah-sekolah. Tahun lalu kita hanya mampu memperbaiki 17.000 sekolah. Tahun ini 70.000 sekolah. Tahun depan saya ingin naik menjadi 90.000 sekolah. Dalam lima tahun, target saya menyelesaikan 300.000 sekolah,” ujar Prabowo dalam tayangan Youtube, Minggu (22/3/2026).
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga melakukan transformasi sistem pembelajaran melalui digitalisasi di seluruh sekolah di Tanah Air. Prabowo menyebut telah mendistribusikan lebih dari 288.000 unit papan pintar interaktif (Interactive Flat Panel) hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Perangkat ini dilengkapi materi pembelajaran yang memungkinkan siswa memahami pelajaran secara lebih interaktif.
“Di tiap interactive flat panel ada software yang kami isi, hampir semua silabus pelajaran tersedia. Jadi setelah satu kelas selesai, jika guru ingin mengulang, materi sudah ada,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menuturkan pemerintah juga menyiapkan sistem pengajaran terpusat untuk mengurangi ketimpangan kualitas guru di berbagai daerah.
“Nanti kami punya studio, guru-guru terbaik akan mengajar di sekolah yang kekurangan guru matematika atau guru bahasa Inggris. Materinya akan tersampaikan, dan dengan interactive flat panel, kami dapat memonitor kelas secara langsung,” jelasnya.
Presiden menegaskan reformasi pendidikan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tengah perkembangan teknologi global.
“Ini adalah lompatan dalam pengembangan human capital,” tegas Prabowo.
Menurut Presiden, pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.





