spot_img
Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img
spot_img

Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadan dan Keistimewaan Lailatul Qadar

KNews.id – Jakarta – Sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada periode ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah karena terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.

Dalam ajaran Islam, malam Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang sangat besar, bahkan lebih baik daripada seribu bulan. Oleh karena itu, keutamaan 10 malam terakhir Ramadan sering disebut sebagai puncak ibadah dalam bulan suci.

- Advertisement -

Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadan

Salah satu keutamaan terbesar dari 10 malam terakhir Ramadan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Keistimewaan malam ini dijelaskan dalam Al-Qur’an:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

- Advertisement -

Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr.
Wa mā adrāka mā lailatul-qadr.
Lailatul-qadri khairun min alfi syahr.

Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)

Ayat ini menjelaskan bahwa ibadah pada malam Lailatul Qadar memiliki pahala yang sangat besar, bahkan lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

Turunnya Malaikat pada Malam Lailatul Qadar

Keutamaan lain dari malam Lailatul Qadar adalah turunnya para malaikat yang membawa rahmat dan keberkahan.

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Tanazzalul-malāikatu war-rūḥu fīhā bi idzni rabbihim min kulli amr.
Salāmun hiya ḥattā maṭla‘il-fajr.

- Advertisement -

Artinya:
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 4–5)

Dalil Hadis tentang Keutamaan Lailatul Qadar

Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Man qāma lailatal-qadri īmānan waḥtisāban
ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih.

Artinya:
“Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Rasulullah juga meningkatkan ibadahnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Kāna rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam idzā dakhala al-‘asyrul-awākhir
aḥyā al-lail wa aiqazha ahlahu.

Artinya:
“Apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Amalan 10 Malam Terakhir Ramadan

Untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan pada 10 malam terakhir Ramadan, di antaranya:

1. Shalat malam (Qiyamul Lail)

Melaksanakan shalat tarawih, tahajud, dan witir untuk menghidupkan malam dengan ibadah.

2. Membaca Al-Qur’an

Memperbanyak tilawah Al-Qur’an karena Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an.

3. Memperbanyak doa

Doa yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.

Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

4. I’tikaf di masjid

I’tikaf dilakukan dengan berdiam di masjid untuk fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Memperbanyak dzikir dan istighfar

Dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, serta memperbanyak istighfar dianjurkan pada malam-malam tersebut.

6. Bersedekah

Rasulullah dikenal sangat dermawan, terutama pada bulan Ramadan.

Mencari Malam Lailatul Qadar

Waktu pasti Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti. Namun Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

Dengan memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut, umat Islam diharapkan dapat meraih pahala besar, keberkahan, serta ampunan dari Allah SWT.

Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.

(NS/NES)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini