KNews.id – Jakarta – Mengacu pada informasi Keslan Kemenkes, Senin (8/7/2024), campak adalah penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus.
Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun remaja dan orang dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi lengkap juga berisiko. Campak termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Penularannya sangat cepat dan mudah melalui droplet atau percikan air liur saat penderita batuk dan bersin. Virus juga dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita serta benda yang terkontaminasi. Virus campak dapat bertahan hidup di permukaan benda selama beberapa jam.
Seseorang yang menyentuh benda tersebut lalu memegang mulut atau hidungnya berisiko terinfeksi. Pasien dapat menularkan virus sejak satu hari sebelum muncul gejala hingga empat hari setelah ruam timbul.
Gejala yang perlu diwaspadai
Campak sering dianggap hanya ruam ringan dan demam biasa. Padahal, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius. Gejala awal biasanya menyerupai flu, seperti batuk kering, hidung berair, sakit tenggorokan, serta demam tinggi.
Penderita juga dapat mengalami mata merah dan sensitif terhadap cahaya, lemas, tidak nafsu makan, serta nyeri. Setelah itu muncul bercak kemerahan atau ruam pada kulit. Terdapat pula bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan. Pada beberapa kasus, campak dapat menyebabkan diare, muntah, hingga dehidrasi.
Risiko dan komplikasi serius
Campak dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi telinga, pneumonia, bronkitis pada anak, hingga radang otak atau ensefalitis. Pada individu dengan daya tahan tubuh rendah, campak bahkan dapat menyebabkan kecacatan dan kematian.
Bayi di bawah usia 12 bulan yang belum diimunisasi, anak yang tinggal di wilayah padat penduduk, serta individu yang kekurangan vitamin A termasuk kelompok berisiko. Perjalanan ke wilayah dengan angka kasus campak tinggi juga meningkatkan risiko tertular.
Pentingnya imunisasi dan pencegahan
Keslan Kemenkes menegaskan bahwa imunisasi campak merupakan langkah pencegahan paling efektif. Â Kekebalan juga dapat diperoleh setelah infeksi aktif atau dari ibu yang telah kebal, meski perlindungan pada bayi hanya bertahan beberapa bulan.
Cakupan imunisasi yang tinggi akan membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga membantu menekan penyebaran penyakit di masyarakat. Selain imunisasi, pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan, mendisinfeksi permukaan benda di rumah, serta menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi seimbang dan istirahat cukup. Mengurangi aktivitas di luar rumah saat terjadi peningkatan kasus serta menghindari kontak dengan orang yang sakit juga menjadi langkah penting.
Respons cepat dan koordinasi lintas negara dalam kasus terbaru ini menjadi pengingat bahwa campak masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai. Â Kewaspadaan, imunisasi lengkap, dan pola hidup sehat menjadi kunci agar penyakit ini tidak menyebar lebih luas.





