Oleh : Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)
KNews.id – Jakarta 20 Februari 2026 – Diketahui oleh publik di tanah air bahkan di dunia ?
Bahwa salah satu kelompok masyarakat oposisi yang keras melawan Orde Jokowi selama 10 tahun bahkan pasca suksesi Jokowi, dikarenakan “realitas” Jokowi masih berkuasa dengan pola menanamkan kroni kroni istimewanya dalam tubuh kabinet Merah Putih.
Adalah TPUA yang digawangi oleh DR. Eggi Sudjana transisi daripada perjuangan melawan “si penista agama Ahok” (2016) melalui GNPF MUI (Bahtiar Nasir) yang lalu berganti nama GNPF Ulama (Ustad Yusuf Martak) yang kemudian seperti padam saat munculnya TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktvis).
Oleh sebab Eggi Sudjana selaku penjaga gawang yang didampingi oleh penulis nyata Eggi merangkap striker (penyerang tengah) dan sebagai kapten mirip eks keeper kesebelasan nasional colombia ‘René Higuita.’
Lalu bagaimana nasib perjuangan melawan kedzoliman yang dituduhkan banyak publik terhadap kesewenang-wenangan aparatur penyelenggara negara yang sebelumnya TPUA turun melalui upaya hukum aksi demo dan peran litigasi melalui penyidik hingga badan peradilan (MK, MA dan KY), bahkan sampai dengan wujud perlawanan terhadap sosok tokoh termasuk melaporkan para artis yang arogan pun TPUA ikut berpartipisasi (ajudikatif).
Maka istilah mati satu tumbuh seribu, ketika sekelompok masyarakat euforia pasca diumumkan TPUA dikembalikan mandatnya, termasuk para aktvis TPUA yang ‘sekedar ikut ikutan’ (mendompleng TPUA) pun gembira, dan semua para penghujat TPUA serta yang sinisme kepada Eggi plus DHL tentu akhirnya kecewa berat, pasca 3 hari (15/2/2026) TPUA dibekukan atau dibubarkan, ternyata (18/2/2026) Eggi tetap eksis pada basis aktivis perlawanan, terbukti Eggi yang bertitel Profesor, DR, SH dan MSI spektakuler langsung tancap gas mengumumkan di pusat kantor kepolisian terbesar dan termegah di republik ini yakni MABES POLRI bahwa Ia menjadi salah seorang badan pembina di organ KORLABI (Komando Koordinator Pelaporan Bela Islam) yang diketuai Penulis (DHL) dan riil langsung manufer perjuangan dengan pola berteriak lantang akan “mengejar” Panji tokoh komika ‘Mens Rea’ terkait laporan Korlabi sebelumnya melalui wakil ketua Korlabi Ustad Noval Bamukmin, sambil meminta agar Presiden RI Prabowo Subianto melepaskan dukungannya terhadap sosok pemimpin adikuasa Donald Trump, sebaliknya memberikan dukungan penuh kepada negara Pelestina, negara pendukung pertama Indonesia merdeka (1945) bahkan siap mengumpulkan milisi yang siap berjuang on the spot ke negeri palestine, andai Presiden RI ke 8 menyetujuinya.
Maka setop euforia bahwa perlawanan ummat islam bakal senyap di tanah air, karena tokoh utama pembina daripada Korlabi dan TPUA dan GNPF Ulama dan API dan banyak organisasi perjuangan umat lainnya adalah jatidiri tokoh besar Great Leader yang sama yakni Dr. ILc Habieb Rizieq Shihab, MA. PHD. Musuh besar kebijakan politik RRC, kolonialis Yahudi (Israil) dan para sekutunya.
Mati satu bakal tumbuh seribu pengganti !
https://www.detiksatu.com/2026/02/eggi-sudjana-ungkap-habib-rizieq.html
(FHD/NRS)




