spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
spot_img

Ahli Forensik Bongkar Kejanggalan Ijazah Jokowi di Sidang Solo, Disebut Terlalu Presisi untuk Cetakan 1985

KNews.id – Jakarta – Ahli forensik digital Rismon Sianipar beber kecurigaan yang membuatnya meyakini ijazah Jokowi palsu. Kecurigaan itu berkaitan dengan format dokumen ijazah yang dinilainya tidak sesuai dengan teknologi pada tahun 1985.

Pada Rabu (18/2/2026) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kota Solo, Rismon menyebut format dan tata letaj dokumen ijazah tidak selaras dengan teknologi percetakan yang tersedia di tahun 1985. Rismon menilai jarak antar huruf dan tinggi antar baris terlalu presisi jika benar dicetak dengan teknologi pada 1985.

- Advertisement -

“Bagaimana mungkin produk hand press yang dicetak satu per satu bisa memiliki jarak antar huruf, antar kata, dan tinggi antar baris yang begitu konsisten dan tersentralisasi sempurna,” kata Rismon saat memberikan kesaksian dalam sidang gugatan ijazah dengan mekanisme citizen lawsuit tersebut.

Temukan Tingkat Kemiripan 89 Persen dengan Software Modern

Dalam persidangan, Rismon mempertanyakan klaim yang menyebut dokumen tersebut merupakan hasil cetak hand press atau letterpress. Menurutnya, karakter tata letak pada dokumen tersebut justru menyerupai hasil pengolah kata modern.

- Advertisement -

Rismon bahkan melakukan rekonstruksi ulang teks menggunakan perangkat lunak tahun 2025 untuk kemudian dibandingkan dengan dokumen asli.

Melalui metode overlay dan algoritma Scale-Invariant Feature Transform (SIFT) dengan varian fuzzy transform, ia mengklaim menemukan 27 titik kunci yang sesuai antara dokumen pembanding dan hasil rekonstruksi digital.

Tingkat kecocokan yang diperoleh disebut mencapai 89,92 persen.

“Apa yang saya amati menunjukkan teknologi yang jauh di atas tahun 1985,” katanya.

Rismon berpendapat, tingkat kemiripan tersebut terlalu tinggi untuk dua dokumen yang diklaim dibuat dengan teknologi berbeda.

Ia menilai teknologi percetakan yang umum digunakan pada masa itu adalah dot matrix, yang secara teknis menghasilkan karakter huruf berbentuk titik-titik kasar saat citra diperbesar.

- Advertisement -

(NS/TRB)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini