KNews.id – Jakarta 17 Februari 2026 – Berdasarkan data dari Media Partners Asia (MPA) mengenai pasar layanan streaming di Indonesia, terungkap bahwa pada kuartal akhir 2025 pangsa penonton tayangan lokal menyamai drama Korea dengan masing-masing sebesar 30 persen. Baik konten Indonesia maupun Korea juga menjangkau porsi pengguna yang hampir identik, yakni sekitar 47-48 persen dari basis pengguna.
Sejumlah konten orisinal Indonesia berhasil masuk daftar tayangan dengan performa terbaik pada kuartal tersebut. “Konten Korea terus menjadi jangkar jangkauan di seluruh Asia Tenggara pada tahun 2025, tetapi konten orisinal lokal sekarang memainkan peran yang jauh lebih sentral dalam mendorong akuisisi dan keterlibatan pengguna,” kata Lead Analyst dan Head of Insights di MPA, Dhivya T, seperti dilansir laman Variety, Rabu (11/2/2026).
“Indonesia menonjol tahun ini, dengan judul-judul lokal bersaing langsung dengan drama Korea di peringkat teratas VOD premium. Ini adalah pergeseran yang signifikan yang mencerminkan peningkatan kualitas konten, distribusi yang lebih kuat, dan meningkatnya kepercayaan penonton terhadap cerita lokal,” kata Dhivya.
Secara regional, pasar streaming premium Asia Tenggara tumbuh 19 persen year on year pada 2025, dengan total lebih dari 61 juta akun berbayar di Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Indonesia menjadi kontributor terbesar penambahan akun baru sekaligus menyumbang porsi waktu tonton terbesar.
Thailand dan Filipina mencatat ekspansi tambahan yang konsisten, sementara Malaysia dan Singapura lebih fokus pada peningkatan aktivitas pengguna dan monetisasi dibandingkan menambah pelanggan baru. Penonton di Asia Tenggara mengonsumsi 4,2 miliar jam konten streaming premium pada kuartal empat tahun 2025, naik 8 persen dari kuartal sebelumnya. Penayangan Netflix di kawasan ini melonjak 14 persen, iQIYI naik 10 persen, dan layanan platform lokal Indonesia, Vidio, mencatatkan peningkatan paling tajam sebesar 24 persen.
Basis pelanggan streaming Indonesia berkembang menjadi 26,9 juta akun, dengan Netflix, Vidio, Viu, dan iQIYI menjadi pendorong pertumbuhan tersebut. Netflix mempertahankan posisinya sebagai layanan streaming dominan di kawasan ini di semua metrik utama termasuk jumlah pelanggan, pengguna aktif bulanan, dan total waktu menonton. Kekuatan platform ini ditopang kombinasi waralaba global populer, serial Korea besar, serta konten lokal berlisensi dari Indonesia dan Thailand.
Viu menempati posisi kedua di kawasan ini dalam hal pelanggan, pengguna aktif bulanan, dan keterlibatan pengguna untuk tahun 2025, diuntungkan oleh minat yang konsisten terhadap drama Korea dan China bersama dengan produksi lokal yang ditargetkan. Vidio memimpin di antara platform lokal Indonesia dalam hal pelanggan dan pengguna aktif bulanan, sementara menempati posisi kedua setelah Netflix dalam hal waktu menonton dan perolehan pendapatan. Layanan ini mencatat jam streaming tertinggi kedua di kawasan ini pada kuartal IV, berkat konten orisinal dan program olahraga.




