Oleh : Sutoyo AbadiĀ
KNews.id – Jakarta 15 Februari 2026 – Presiden Prabowo Subianto berdiskusiĀ empat jam dengan lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo
Pertemuan dibungkus rapi dengan semangat Indonesia Incorporated dibalut dengan narasi sebagai wujud kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi. melalui semangat Indonesia, untuk memperkuat daya saing nasional dan mempercepat pembangunan.
Narasi ditata rapi bahwa pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat gotong royong sebagai bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Bahkan dipertajam bahwa pertemuan tersebut diwarnai diskusi terbuka mengenai kondisi ekonomi nasional serta peluang pengembangan sektor-sektor strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Negara juga mengajak para pengusaha untuk terus berkolaborasi dalam membuka dan memperluas lapangan pekerjaan, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Bahkan Presiden memintaĀ dalam sektor paling strategis yaitu pemenuhan makan bergizi, sekolah dan pendidikan tinggi, kesehatan, rumah subsidi, koperasi dan kampung nelayan, serta kedaulatan pangan dan energi.
Agak miris mendengar respon para pengusaha menyatakan komitmen bersama untuk mendukung penuh arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak-anak, hingga pembangunan industri yang berpihak pada kepentingan bangsa.
Lima pengusaha nasional yang hadir yakni Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group).
Close pertemuan malam kata Presoden menjadi ajang silaturahmi untuk menyamakan langkah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saat bertemu dengan para aktivis dipimpin Bung Said Didu tanggal 30/01/2026, Presiden Prabowo Siap Terdepan Untuk “Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat ( GMKR ) Yang Telah Direbut Oligarki”.
PertanyaannyaĀ :
- Apa pertemuan dengan para aktifis GMKR hanya lamis, mainan, degelan ( basa basi
- “Presiden siap didepan sebagai apa dan siap untuk apa,Ā siap merebut dengan siapa”
- Ā Punya maksud apa pertemuan dengan oligarki tgl.10/02/2026 bersamaan dengan Deklarasi Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat.
- Apa Presiden Prabowo tidak paham bahwa kedaulatan rakyatĀ ( negara ) sudah diambil oleh Oligarki.
- Apa Presiden sebenarnya sudah tidak berdaya berhadapan dengan Oligarki yang telah menguasai Nusantara.
- Apa ada niat Kabinet Merah Putih akan di ubah menjadi Kabinet Oligarki.
- Ā Presiden Prabowo sebenarnya akan berpihak ke siapa “ke Rakyat atau ke Oligarki”
Rentetan kejadian diatas adalah anomali yang sangat telanjang. Aspirasi rakyat hanya seperti sampah ketika :
- “Rakyat menuntut adili Jokowi, dijawab Hidup Jokowi. Rakyat menuntut copot Kapolri.
- Dijawab akan diberikan Bintang Mahaputra. Program MBG yang banyak diprotes karena banyak masalah
- Kepala MBG diberikan Bintang Jasa Utama. Siap terdepan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat di belakang bercengkrama”
Presiden Prabowo Subianto berkali – kali menyatakan bahwa dirinya siap mati demi bangsa dan rakyat Indonesia. Kepala Negara juga menyatakan tidak ragu untuk membela kepentingan masyarakat Indonesia.
Mengelola negara ini sakral dan amanah, bukan untuk mainan atau dagelan. Sadarlah negara sudah terlalu jauh menyimpang dari Kiblat Bangsa.
(FHD/NRS)




