KNews.id – Jakarta – Di antara ibadah sholat sunnah setelah subuh yang paling awal adalah sholat dhuha. Dengan berbagai keutamaannya, doa setelah dhuha pagi diyakini menembus langit dan akan terkabul.
Shalat Dhuha memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam. Rasulullah SAW mewasiatkannya secara khusus sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA:
“Dari Abu Hurairah, ia berkata: ‘Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat Dhuha, dan shalat Witir sebelum tidur.'” (HR. Bukhari dan Muslim) .
Merujuk Jurnal Mendidik Menuju Sunnah Nabi dengan Pembiasaan Shalat Dhuha dan Muroja’ah Juz 30, oleh Firyal Yasmin RF, dkk, para ulama menjelaskan bahwa wasiat ini bersifat umum untuk seluruh umat Islam. Doa setelah sholat dhuha pagi menembus langit diyakini lebih mudah terkabul, terutama dikaitkan dengan rezeki.
1. Bacaan Doa setelah Sholat Dhuha
Melansir dari buku Tuntunan Lengkap 99 Sholat Sunah Superkomplet oleh Ibnu Watiniyah dan sumber lainnya, doa setelah sholat dhuha mencakup permohonan agar rezeki yang sulit didapat bisa dimudahkan, dan yang jauh bisa didekatkan.
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاتُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعَشِرًا فَيَسِرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرَبُهُ وَإِنْ كَانَ قَلِيلًا فَكَثَرْهُ بِحَقِّ ضُحَابِكَ وَبَهَابِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Latin: Allahumma innadd dhuhaa dhuha’uka, wal baha’a bahaʻuka, wal jamala jamáluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Allahumma in kâna rizqi fis sama’i, fa anzilhu. Wa in kana fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kana mu’assiran, fa yassirhu. Wa in kana haraman, fa thahhirhu. Wa in kana ba’idan, fa qarribhu wa in kâna qalilan fakats-tsirhu bi haqqi dhuhaika, wa baha’ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudratika. Åtinî mâ âtaita ‘ibadakash shalihin.
Artinya: “Ya Allah, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan- Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Ya Allah, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Apabila jauh, dekatkanlah. Kalau sedikit, perbanyaklah, dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Ya Allah, berikanlah kepadaku apa yang Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba- Mu yang saleh.”
2. Bacaan Sholat Dhuha Selanjutnya
اللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَى إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin: Allahumma bika ushawilu, wa bika uhawilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir li, warhamni, watub ‘alayya. Innaka antat tawwabur rahim.
Artinya: Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.” (Dibaca 40 atau 100 kali)
3. Istighfar dan Permohonan Ampunan
Di akhir doa, dianjurkan membaca istighfar sebanyak 40 atau 100 kali jika memungkinkan:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin: Rabbighfir lī, warhamnī, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwābur rahīm.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Adab Berdoa agar Lebih Mudah Dikabulkan
a. Khusyuk dan Hadirnya Hati
Allah SWT berfirman: ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً — “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut” (QS. Al-A’raf: 55). Doa yang diucapkan lisan namun hati lalai adalah doa yang lemah.
b. Yakin dan Tidak Tergesa-gesa
Rasulullah SAW bersabda: “Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan: ‘Aku telah berdoa, namun belum dikabulkan.'” (HR. Bukhari dan Muslim) .
Keyakinan penuh bahwa Allah akan mengabulkan dengan cara terbaik merupakan syarat batiniah doa.
c. Merendahkan Suara
Tidak berlebihan dalam mengeraskan suara, cukup lirih dan khusyuk.
d. Tidak Berdoa untuk Keburukan
Doa harus mengandung kebaikan, tidak boleh dipanjatkan untuk keburukan, memutus silaturahim, atau hal yang diharamkan.
e. Mengulang Doa Tiga Kali
Sunnah Nabi mengulang doa sebanyak tiga kali untuk menunjukkan kesungguhan.
Keutamaan Doa setelah Sholat Dhuha
1. Waktu Mustajab yang “Menembus Langit”
Doa setelah sholat Dhuha dipanjatkan pada waktu istimewa ketika Allah SWT bersumpah atas keagungan waktu Dhuha dalam surah Adh-Dhuha. Pagi hari merupakan saat turunnya keberkahan (barakah), dan doa yang dipanjatkan setelah ibadah sunnah memiliki peluang besar untuk diangkat ke langit dan dikabulkan.
2. Pengakuan Tauhid yang Memurnikan Doa
Doa ini mengajarkan tajrīd at-tauhīd (pemurnian tauhid)—hanya Allah tempat bergantung. Doa yang dibangun di atas fondasi tauhid yang kokoh lebih mustajab karena hati tidak terbagi kepada selain-Nya.
3. Jaminan Kecukupan Rezeki dari Segala Penjuru
Doa Dhuha secara khusus memohon rezeki yang belum diturunkan dari langit, yang terpendam di bumi, yang sulit dimudahkan, yang haram disucikan, dan yang jauh didekatkan.
4. Transformasi Spiritual, dari Meminta Menjadi Mensucikan
Permohonan “wa in kāna harāman fa thahhirhu” (jika haram, sucikanlah) mengandung keutamaan transformatif. Doa ini bukan sekadar meminta materi, tetapi komitmen untuk menerima rezeki yang halal dan mensucikan yang haram.
5. Terkabulnya Hajat dengan Cara Terbaik
Doa ini tidak membatasi bentuk rezeki (bisa materi, kesehatan, ilmu, ketenangan hati, atau surga). Ini mengajarkan adab meminta—bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.
6. Menggabungkan Pahala Ibadah dan Pahala Doa
Sholat Dhuha adalah ibadah badaniyah, doa adalah ibadah qalbiyah. Keutamaan: Keduanya digabungkan dalam satu momentum. Sholat membersihkan dosa-dosa kecil, doa yang bersih lebih mudah diangkat. Dalam hadits disebutkan bahwa doa orang yang suci dan baru beribadah memiliki keistimewaan tersendiri.
7. Sarana Mendapatkan Predikat “Hamba Saleh”
Doa ini secara eksplisit meminta agar diberikan seperti yang diberikan kepada hamba-hamba yang saleh. Ini adalah permohonan untuk dimasukkan dalam golongan ‘ibādakas shālihīn —sebuah derajat spiritual yang dicintai Allah.
8. Penanaman Nilai-Nilai Religius dalam Diri
Berdasarkan temuan penelitian di SDIT Al-Manshuriyah Depok, pembiasaan doa setelah sholat Dhuha menanamkan lima nilai religius fundamental sekaligus.
9. Penghapus Dosa dan Pembuka Pintu Langit
Dalam hadits disebutkan bahwa sholat Dhuha adalah sedekah bagi 360 persendian. Doa setelahnya melengkapi ibadah tersebut. Keutamaan: Dosa yang menjadi penghalang doa dapat terhapus melalui sholat sunnah, sehingga doa yang dipanjatkan setelahnya lebih leluasa “menembus langit”.
10. Warisan Nabi yang Terjaga
Rasulullah SAW mewasiatkan sholat Dhuha kepada Abu Hurairah dan umatnya. Doa setelahnya telah diriwayatkan dalam kitab-kitab mu’tabar. Keutamaan: Mengamalkannya berarti menghidupkan sunnah dan mengambil berkah dari amalan yang dijaga kesinambungannya oleh para ulama dari generasi ke generasi.
(NS/LPT)




