spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
spot_img

Menkeu Purbaya Melakukan Sidak ke Pabrik Baja dan Ungkapkan Potensi Kerugian Negara

KNewsw.id – Jakarta 6 Februari 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah pabrik baja di Kabupaten Tangerang pada Kamis (5/2/2026), Purbaya mengungkap potensi kerugian negara yang mencapai Rp4 triliun per tahun akibat ulah pengusaha nakal tersebut.

Purbaya turun langsung ke lokasi PT PSM, salah satu dari tiga entitas utama yang tengah disidik. Dia menyatakan penyidikan tersebut untuk mematahkan stigma bahwa aparat pajak bisa ‘dibeli’ demi memuluskan praktik bisnis ilegal.

- Advertisement -

“Mereka klaim zaman kemarin-kemarin katanya pejabat Indonesia bisa disogok supaya bisnis lancar. Sekarang saya buktikan kita tidak bisa disogok. Kalau main-main, ya kita ‘hajar’ terus,” tegas Purbaya di lokasi pabrik yang pemiliknya diketahui telah melarikan diri saat sidak berlangsung.

Bendahara negara itu mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan telah mengantongi daftar sekitar 30 hingga 40 perusahaan baja yang diduga melakukan modus serupa.

- Advertisement -

Modus operandinya, mereka menjual barang secara tunai (cash basis) tanpa memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan menyembunyikan omzet sesungguhnya untuk menekan kewajiban Pajak Penghasilan (PPh).

Menurut Purbaya, praktik ini tidak hanya merugikan kas negara, tetapi juga mendistorsi pasar. Perusahaan yang patuh pajak dipaksa bersaing dengan pemain curang yang bisa menjual barang dengan harga jauh lebih murah.

“Kita ingin perbaiki itu supaya ke depan ada fairness di pasar. Kalau tidak, seolah kita menghukum orang yang baik,” ujarnya.

Modus Rekening Karyawan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto membeberkan detail teknis penyidikan. Dia menyebut ada tiga entitas utama yang sedang disidik, yakni PT PSI, PT PSM, dan PT VPN.

Penyidikan difokuskan pada tahun pajak 2016—2019, periode di mana sektor konstruksi sedang booming sebelum pandemi Covid-19.

- Advertisement -

(FHD/BC) 

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini