spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
spot_img

Negara Telah Gagal Mengemban Amanah Dan Melaksanakan Amanat Konstitusi, Anak 10 Tahun Harus Bunuh Diri

Oleh : Sutoyo Abadi 

KNews.id – Jakarta 5 Februari 2026 – Dimuat dalam Kompas 02 Feb 2026  sebuah berita sangat memilukan, seorang anak SD di NTT bunuh diri karena tidak bisa membeli buku dan pena, tinggalkan sepucuk surat buat Mamanya.

- Advertisement -

Surat itu ditulis dengan tulisan tangah : “Galo Mama mae Rita ee Mama. Mama Jao Galo mata, Mae woe Rita ne’e gae ngao ee malo Mama”

Artinya: “Surat buat Mama Reti, Mama saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi ( meninggal ), jangan menangis Mama”.

- Advertisement -

Surat yang ditulis tangan oleh korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Ini berdasarkan hasil pencocokan dengan tulisan korban di beberapa buku tulis. Penyidik menemukan adanya kecocokan

Sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada Mamanya untuk membeli buku dan pena. Namun, permohonan itu tidak dikabulkan karena ibunya tidak punya uang.

Kondisi keluarga korban banyak tantangan ekonomi. Itu yang membuat korban memilih tinggal bersama neneknya di pondok. Ketika kejadian berlangsung, nenek korban yang berusia sekitar 80 tahun itu tengah berada di rumah tetangga.

Dia adalah YBS (10), siswa kelas IV pada salah satu sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tewas diduga gantung diri. Ia meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya.

Korban tergantung dengan seutas tali di dahan pohon cengkeh di dekat sebuah pondok, tempat ia tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun. Ia ditemukan tewas pada Kamis (29/1/2026) siang.

Sebelumnya, sekitar pukul 08.00 Wita, Gregorius dan Rofina mendapati korban duduk di bale-bale, tempat duduk yang terbuat dari bahan bambu, di luar pondok itu. Mereka sempat berbincang dengan korban. Mereka menanyakan keberadaan nenek korban. Juga alasan korban tidak ke sekolah. Korban tampak murung.

- Advertisement -

Yang sangat memilukan adalah mengapa anak sekecil itu ( 10 tahun ) sudah harus menerima beban hidup ( ekonomi) yang sangat berat dan harus mengahiri dengan bunuh diri.

Sangat menyedihkan anak kecil tersebut bunuh diri dengan meninggalkan tulisan pesan kepada Mamahnya bisa meneruskan hidup tanpa dibebani dirinya.

Anak imur 10 tahun karena himpitan kehidupan yang sangat sulit sekedar membeli buku dan pena, tidak ada uang. Apalagi untuk makan sehari-hari. Akhirnya memutuskan dengan sadar ( anak sekecil itu ) minta ijin pergi dulu dan Mama jangan menangis adalah pesan heroik, agar tidak lagi membebani Mamahnya, pergi dengan  bunuh diri.

Mungkin keadaan seperti ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tetapi terjadi di seluruh wilayah Nusantara.

Membuat rasa pilu dan sangat memilukan justru di negara yang setiap hari di pamerkan / dipertontonkan uang triliunan dari macam – macam hasil korupsi , pameran hidup hedonis para pejabat negara.

Bahkan ironis Presiden sumbang negara lain triliunan rupiah bahkan bayar Donald Trump 1,7 triliun dan lainnya. Sementara anak 10 tahun kelas IV SD akan beli buku dan pena tidak ada uang dan harus bunuh diri.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa dirinya siap mati demi bangsa dan rakyat Indonesia (Surabaya, Jawa Timur, Senin malam 10/2/2025) . Negara telah gagal mengemban amanah dan melaksanakan amanat konstitusi sekedar menjaga hak hidup warga yang terpaksa anak 10 tahun harus bunuh diri.

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini