spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
spot_img

Penjelasan KAI soal Penumpukan Penumpang di Stasiun Tanah Abang saat Jam Pulang Kerja Hari Ini

KNews.id – Jakarta 30 Januari 2026 – Video yang menampilkan penumpukan penumpang di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, ramai di media sosial. Rekaman tersebut menunjukkan ratusan penumpang menunggu KRL di peron pada Rabu (28/1/2026) hari ini.

Dalam keterangan video, disebutkan penumpukan terjadi pada jam pulang kerja. Meski jumlah penumpang sudah sangat banyak, namun KRL tidak kunjung tiba. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan bahwa penumpukan penumpang tersebut merupakan dampak dari gangguan operasional yang terjadi pada hari ini.

- Advertisement -

“Dampak dari beberapa gangguan operasional hari ini,” katanya, saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026) malam.

Untuk itu, pihaknya sempat melakukan pembatasan kecepatan kereta api (KA), untuk keselamatan perjalanan KA serta beberapa rekayasa operasi KA. Saat ditanya sampai kapan pembatasan tersebut diberlakukan, Karina mengaku, KAI akan terus meng-update-nya secara langsung melalui kanal-kanal yang bisa langsung diakses pengguna KRL.

- Advertisement -

“Kami akan menyampaikan update kembali secara berkala terkait kondisi operasional di kanal-kanal social media KAI Commuterline dan C Access, prioritas kami tentunya adalah memastikan keamanan perjalanan KAI Commuterline,” katanya.

Ia menambahkan, pihak KAI juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menghimbau pengguna untuk selalu mengikuti arahan petugas. “Sekali lagi kami mohon maaf ketidaknyamanannya, kami juga menghimbau bagi pengguna untuk selalu mengikuti arahan dari petugas baik di stasiun maupun di atas KAI,” tutup Karina.

Cerita Pengguna KRL

Diketahui, gangguan pada rute KRL Stasiun Tanah Abang–Rangkasbitung (green line) telah terjadi sejak pagi hari. Hal ini diakibatkan adanya masalah di jalur antara Stasiun Serpong–Sudimara.

Sutari, penumpang yang naik dari Stasiun Cisauk sekitar pukul 10.00 WIB, mengaku keretanya sempat tertahan selama 20 menit tanpa informasi, sebelum petugas akhirnya mengumumkan adanya gangguan di lintas Rawa Buntu–Sudimara.

“Jam 11 baru jalan, tapi lelet banget. Itu pun cuma sampai Serpong dan tertahan lagi 30 menit. Total perjalanan dari Cisauk ke Palmerah jadi dua jam, saya baru sampai jam 12 siang,” keluh Sutari.

- Advertisement -

Kondisi serupa dirasakan Astu yang berangkat dari Parung Panjang pada pukul 11.15 WIB. Perjalanan yang biasanya ditempuh dalam 50 menit membengkak menjadi lebih dari satu jam karena kereta terus-menerus tertahan di jalur.

“Siang tadi jam 11.15 naik dari Parung Panjang biasa 50 menit sampe ini 65 menitan karena ketahan2 di jalan. Yang kacau sore ini. Ternyata jadwal masih ngaco. Penumpang numpuk di peron 5-6. Antrean sampe ke tangga atas, bahkan sampe gedung baru stasiun.” ungkapnya.

(FHD/Lpt)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini