spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
spot_img

Pramono Soroti Warga Buang Sampah Sembarangan Langsung Tindaklanjuti Dengan Pembersihan dan Pengangkutan Sampah Pascabanjir

KNews.id – Jakarta 29 Januari 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir.

Ia meminta kepada Wali Kota Jakarta Barat untuk lebih menggalakkan larangan membuang sampah sembarangan, khususnya di kawasan sungai dan saluran air.

- Advertisement -

“Saya secara khusus sudah meminta kepada Ibu Wali Kota untuk disampaikan kepada warga kalau perlu dibuat peraturan agar warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tempat-tempat seperti ini,” kata Pramono.

Menurut Pramono, kebiasaan membuang sampah ke sungai, termasuk di Kali Sepak yang ditinjaunya, dapat berdampak langsung pada aliran Cengkareng Drain. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu fungsi pintu air yang selama ini dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

- Advertisement -

Selain berisiko menimbulkan banjir, tumpukan sampah juga dapat memperparah persoalan drainase di tengah padatnya tata ruang Jakarta. Oleh karena itu, Pramono menilai kedisiplinan warga dalam mengelola sampah menjadi faktor penting yang harus terus didorong.

“Di Jakarta ini tata ruangnya memang udah dari waktu ke waktu untuk dirubah itu sangat sulit sekali. Karena sudah ‘given’. Yang jadi problem buat saya adalah jangan sampai tata ruangnya sudah padat ini, kemudian masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Kondisi tata ruang Jakarta yang sulit diubah perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat, agar tidak memperburuk persoalan lingkungan.

Gerak Cepat Pascasurut Banjir

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menjelaskan, penanganan sampah langsung dilakukan begitu banjir surut di wilayah terdampak.  Pemerintah setempat segera memantau kondisi lingkungan sekaligus mengidentifikasi titik-titik penumpukan sampah di permukiman warga. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan, seperti bau tidak sedap dan gangguan kesehatan masyarakat.

“Kemudian kami bersama tim membantu warga untuk pengangkutan sampah. Sampah pada Minggu (25/1) kami kerja bakti, bersih-bersih lingkungan dan cukup banyak, luar biasa, sampah sangat banyak dan secara bertahap kami akan angkut ke Bantar Gebang,” jelasnya.

- Advertisement -

Sebanyak 20 truk sampah dikerahkan untuk mengangkut tumpukan sampah dari wilayah tersebut. Meski demikian, hingga kini proses pengangkutan masih terus berlangsung karena volume sampah yang cukup besar.

“Itu (tumpukan sampah) memang yang dalam proses, kami akan angkut ke Bantargebang,” kata Iin.

Produksi Sampah Jakarta Terus Meningkat

Di luar persoalan pascabanjir, Jakarta masih dihadapkan pada tantangan serius terkait tingginya produksi sampah harian. Saat ini, ibu kota menghasilkan sekitar 7.700 hingga 8.200 ton sampah setiap hari.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya tantangan pengelolaan sampah yang harus ditangani secara terus-menerus. Volume sampah yang tinggi setiap hari menuntut penanganan yang konsisten, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan akhir

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada 2024 produksi sampah Jakarta mencapai sekitar 3,1 hingga 3,2 juta ton per tahun, atau setara 8.600 hingga 8.700 ton per hari.

Sementara itu, timbunan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, terus meningkat dan kini diperkirakan telah mencapai sekitar 55 juta ton.  Kondisi tersebut menegaskan perlunya penguatan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk pengurangan sampah dari sumbernya dan peningkatan partisipasi masyarakat.

(FHD/Lpt)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini