spot_img
Sabtu, Januari 24, 2026
spot_img
spot_img

Wakil Ketua MPR Buka Suara soal Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Trump

KNews.id – Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Eddy Soeparno merespons keputusan Presiden Prabowo Subianto yang bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menurut Eddy, keputusan Prabowo tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia dan amanat konstitusi UUD 1945 untuk berperan aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

- Advertisement -

“Saya mendukung Presiden Prabowo yang menyampaikan bahwa bergabung dengan Board of Peace adalah kesempatan bersejarah bagi Indonesia untuk berperan lebih aktif mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Eddy dikutip situs web MPR RI.

Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini, partisipasi dalam Dewan Perdamaian merupakan bukti bahwa Indonesia terus memainkan peran proaktif di panggung internasional.

- Advertisement -

“Presiden Prabowo telah menunjukkan kepemimpinan yang aktif merespons tantangan dan dinamika geopolitik. Kami yakin ini akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai negara yang memperjuangkan hak asasi manusia dan kedamaian dunia,” ujarnya.

Dia menambahkan, politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif memberikan ruang bagi Indonesia untuk terlibat dalam berbagai upaya perdamaian tanpa terikat pada blok atau kubu tertentu.

“Keputusan ini adalah bentuk nyata dari penerapan politik luar negeri Indonesia yang independen dan aktif dalam mencari solusi perdamaian dunia,” lanjutnya. Diberitakan sebelumnya, Prabowo resmi membubuhkan tanda tangan pada Piagam Dewan Perdamaian dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Penandatanganan tersebut berlangsung di Congress Hall, Kamis (22/1/2026) siang waktu setempat, dan disaksikan langsung oleh para pemimpin dunia. Trump hadir sebagai inisiator sekaligus pemimpin Dewan Perdamaian. Dalam prosesi tersebut, Prabowo menandatangani piagam berdampingan dengan Presiden Trump dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.

Usai proses penandatanganan, Trump menyalami Prabowo dan menepuk pundaknya, memperlihatkan keakraban kedua kepala negara. Trump kemudian menyaksikan Prabowo dan Orban mengangkat dokumen piagam yang telah ditandatangani di hadapan publik.

Selain Indonesia dan Hongaria, piagam Dewan Perdamaian juga ditandatangani oleh sejumlah negara lain, yakni Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turkiye, Uni Emirat Arab (UEA), dan Uzbekistan.

- Advertisement -

(NS/KMP)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini